5 Perusahaan Tambang Diseret ke Pengadilan

Posted: January 21, 2011 in Berita

- Memberi jaminan tidak menggugurkan

BANJARMASIN-Lima perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Selatan berurusan dengan pengadilan soal lingkungan hidup. Karena perusahaan tambang emas hitam itu, diduga dalam melakukan pencemaran lingkungan saat melakuan kegiatan pertambangan tersebut.

Hal itu diungkapkan Deputi V kementrian LH bidang penaatan Ilyas Asad. Salah satu perusahaan tambang tersebut adalah BCMP yang berada di wilayah Kotabaru. Karena perusahaan itu dianggap lengah dalam melaksanakan aktifitas pertambangan, sehingga lingkungan rusak dan tercemar.

“Dari Kalsel ada 5 perusahaan, salah satunya BCMP. Semuanya masih diproses untuk disidangkan,” katanya sebelum mengikuti sosialisasi UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup di Hotel Arum Kalimantan, Rabu (25/8).

Saat ini, jajaran kementrian LH sedang menyelesaikan peberkasan terhadap 200 perusahaan, baik tambang maupun perkebunan yang diduga merusak lingkungan untuk dibawa ke pengadilan.

Para penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) sedang melengkapi berkas, agar sanksi yang dijeratkan baik pidana maupun perdata bisa tepat sasaran.

Ditanya soal kasus lingkungan yang masuk di kementrian LH, menurutnya mencapai 1.500 kasus. Namun, setelah dilakukan analisa tinggal 200 kasus yang memang masuk kategori lingkungan hidup.

“Kalau aduan dari masyarakat cukup banyak, tapi tidak semua aduan itu masuk ranah kami,” terangnya.

Bahkan, lanjut Ilyas, saat ini sistem penjaminan yang sering menjadi alasan utama pengusaha untuk tidak melakukan perbaikan, juga tidak mutlak berlaku. Karena, meskipun memberikan uang jaminan perbaikan lingkungan, jika terbukti melanggar maka tetap dibawa ke pengadilan.

Selama ini banyak pengusaha selalu berkelit sudah memberikan uang jaminan di bank jika terjadi kerusakan lingkungan. Sehingga saat terjadi pencemaran maupun kerusakan lingkungan, mereka lepas tangan.

“Uang jaminan perbaikan tetap, tapi kalau melanggar sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan ya tetap disidang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BLHD Kalsel Rachmadi kurdi mengatakan, mayoritas perusahaan batu bara di Kalsel tidak memiliki tempat pengolahan limbah. Akibatnya, sering terjadi pencemaran lingkungan dan meresahkan masyarakat sekitar tambang.

Berdasarkan hasil uji petik yang dilakukan jajarannya tahun 2010 ini, sebanyak 60 persen perusahaan tidak punya pengolahan limbah khususnya perusahaan berstatus Kuasa Pertambangan (KP).

“Dari 10 perusahaan yang dijadikan sampel, 60 persen tidak punya tempat pengolahan limbah yang menjadi persyaratan perusahaan tambang,” katanya.

Tak heran, jika terjadi banjir maka limbah tambang tersebut langsung meluber ke kawasan sekitar dan menimbulkan pencemaran lingkungan sekitar. Termasuk sebagian mengelai ke sungai-sungai, yang bagian bantarannya dimanfaatkan masyarakat untuk perikanan.

Selain tempat pengolahan limbah, juga banyak perusahaan tambang yang tidak membuat titik penaatan maupun sumur pantau untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran di sekitar areal tambang.

Berdasarkan catatan BLHD Kalsel, jumlah tambang yang ada di banua ini mencapai 400 buah dan yang masih aktif 336 buah. Dari jumlah tersebut sebanyak 41 tambang berstatus PKP2B yang izinnya diterbitkan pemerintah pusat.

Perusahaan tambang batu bara tersebut, telah mengkapling lahan seluas 1,8 juta hektar atau sekitar sepertiga dari luas wilayah Kalsel yang mencapai 3,7 juta hektar.

Sedangkan yang menjadi kawasan pertambanga yang sudah melakukan eksploitasi seluas 658.742,88 hektar. Jumlah tersebut, belum termasuk areal tambang berstatus KP dan PKP2B seluas 1,8 juta hektar.***

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s