Keperawanan Rindu Alam Yang Merindukan

Posted: December 25, 2010 in Wisata

DEBURAN suara ombak pantai terdengar membahana. Hamparan pasir putih yang bersih dan halus yang terhampar sepanjang bibir pantai, menambah cantik pemandangan pantai yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Batulicin, ibukota kabupaten Tanah Bumbu.Rerimbunan daun pohon bakau dan pinus, menambah sejuk semilir angin yang berhembus di kawasan itu. Ditambah beberapa perahu nelayan yang bersandar di bibir pantai, menjadi tambahan hiasan pemandangan pantai yang masih gadis dan perawan karena belum terjamah tangan manusia.

Warga menyebut pantai itu dengan nama Pantai Rindu Alam. Pantai yang panjangnya sekitar 2 kilometer itu, berada di kawasan Kecamatan Kusan Hilir kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Setiap orang yang datang ke pantai tersebut dibuatnya rindu seperti nama pantai tersebut. Warga dibuatnya ketagihan untuk mengulang kembali berwisata ke pantai yang masih anggun itu.

Sayangnya keperawanan pantai yang berada di ujung Pantai Pagatan tersebut masih sepi dari kunjungan  warga yang  berwisata di kawasan itu. Tak ayal, keindahan pantai yang belum dieksploitasi manusia itu benar-benar terasa di kawasan itu.

Meski memiliki potensi wisata yang cukup bagus, sayangnya belum dikelola dengan maksimal. Hal itu terlihat, akses jalan menuju ke pantai tersebut masih susah, sebab belum diaspal. Hingga saat ini masih berupa jalan setapak, yang berupa tanah merah yang licin jika diguyur hujan.

Termasuk papan nama sebagai penunjuk lokasi pantai pun tidak terawat. Warnanya mulai kusam dimakan usia. Begitu juga, pintu gerbang atau gapura yang ada di pinggir jalan, juga ditumbuhi rumput yang tinggi karena jarang ditebas.

Pantai Rindu Alam yang masih berada di wilayah Pagatan tersebut, merupakan salah satu pantai di wilayah Tanah Bumbu selain Pantai Pagatan. Potensi wisata bahari di wilayah Bumi Bersujud ini belum diberdayakan secara maksimal.

Dari beberapa pantai,  seperti Pantai Pulau Salak, Pantai Rindu Alam, Pantai Mattone, saat ini yang terkenal hanya Pantai Pagatan saja. Itupun, ramai dikunjungi warga hanya satu tahun sekali, yakni waktu acara pesta pantai atau yang lebih dikenal dengan istilah Mappanretasi.

Potensi besar wisata bahari tersebut, belum dibidik secara serius oleh pejabat atau instansi terkait. Padahal, jika dikelola dengan baik dan maksimal, tidak menutup kemungkinan bisa mendatangkan pendapatan. Baik pendapatan bagi pemerintah, maupun bagi warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan tradisional saja.

Apalagi, di kawasan Pantai Pagatan tersebut telah berdiri dua hotel dan restauran cukup bagus yang berada di pinggir pantai. Seharusnya menjadi pelengkap bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut.

Selain berwisata bahari, juga ada kesempatan untuk melihat makam para raja yang menjadi pendiri daerah Pagatan. Mereka adalah para raja pendatang asal Makasar, yang merantau ke daerah tersebut dan mendirikan daerah itu.***

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s