Selamat Karena Masak Mie Instan

Posted: January 2, 2011 in Berita

GARIS polisi (Police Line) yang masih membentang di pintu kantor cabang Batavia Air di Jalan A Yani Km4 Banjarmasin, masih mengundang perhatian banyak warga yang melintas di jalan tersebut.

Meskipun pelayanan tutup, sejumlah tak segan warga menyempatkan diri singgah untuk melihat dari dekat keadaan kantor yang baru saja disambangi kawanan rampok yang berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 90 juta, Jumat (24/12) pukul 15.15 Wita.

Dari 10 karyawan di kantor tersebut, hanya Kepala cabang Dodi Setiawan (31) yang selamat dari sekapan kawanan rampok yang menggegerkan warga kota seribu sungai tersebut.

Saat aksi kejahatan itu terjadi, Dodi sedang di sedang masak mie instan di lantai III kantor tersebut. Dirinya tidak tahu, jika 9 karyawan yang berada di lantai I dan II tangan dan kakinya diikat menggunakan tali rafia serta kedua matanya dilakban.

“Saya taunya setelah mereka bisa melepaskan tali ikatannya dan membertahu saya di lantai III,” katanya.

Sontak saja, kabar tersebut membuat dirinya bingung. Masih mengenakan sandal jepit, dirinya turun ke lantai I untuk melihat kondisi anak buahnya. Termasuk menghubungi petugas Kepolisian Polsekta Banjarmasin Timur yang jaraknya sekitar 500 meter tersebut dari lokasi kejadian.

“Seperti tidak menyangka, karena dari lantai III tidak terdengar apa-apa,” cetus pria penggemar fotografi itu.

Sontak saja, kedatangan petugas Kepolisian baik dari Polsekta Banjarmasin Timur bersenjata laras panjang dan jajaran Reskrim Polresta Banjarmasin, menyedot perhatian warga yang melintas di jalan tersebut.

Dengan cepat warga menyemut di lokasi kejadian untuk melihat dari dekat kabar perampokan di sore itu. Petugas pun langsung memasang garis polisi di pintu kantor tersebut, untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan sidik jari di lokasi.

Para karyawati terlihat shock saat dievakuasi keluar kantor. Mereka terus menangis sambil berpelukan dengan temannya, karena masih trauma dengan kejadian tersebut.

“Jangan tanya kami yang macam-macam, kami masih takut pak,” cetus salah seorang karyawati sambil menangis sesenggukan.

Menurut salah satu saksi mata, Andi Rahmad (26) warga Akaba RT29 nomor 2 Banjarmasin, dirinya tidak menyangka kalau yang mendatangi ke ruangannya di lantai II itu seorang perampok.

Saat itu, dirinya yang sedang merekap laporan keuangan tiba-tiba dihampiri seseorang yang mencari pimpinannya dengan alasan temannya dan sudah janjian.

“Begitu saya berdiri, tangan dan leher saya dipegang. Lalu tangan dan kaki saya diikat dengan tali rafia dan mata saya dilakban hitam,” ujarnya.

Setelah itu, dirinya tidak tahu menahu kejadian selanjutnya. Karena kedua matanya tertutup rapat dalam dalam posisi duduk. Sekitar 20 menit kemudian, salah seorang rekannya naik ke lantai II melepaskan ikatan tersebut.

Karena, seorang karyawati bernama Aidawati yang berada di lantai I yang pertama kali berhasil melepaskan ikatan tersebut. Dia dnean cepat melepaskan semua ikatan teman-temannya yang jongkok di lantai dalam keadaan tangan dan kaki terikat dan mata dilakban.

“Untungnya ikatan di tangan Aidawati longgar, sehingga cepat lepas. Kemudian dia membantu melepas semua ikatan karyawan yang lain,” terang pria bertugas sebagai staf keuangan tersebut.

Dalam peristiwa yang berlangsung cepat itu, kawanan perampok tersebut berhasil membawa kabur uang di brankas sebesar Rp 80 juta dan milik salah seorang agen yang mau disetor sebesar Rp 10 juta serta uang di kasir sebesar Rp 500 ribu

Uang tersebut rencananya bakal dikirim ke Jakarta menggunakan pesawat. Karena saat itu layanan bank sudah tutup, sehingga pihaknya tidak bisa melakukan transfer.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s