Ribuan Ton Gula Rafinasi Diamankan

Posted: January 8, 2011 in Berita

Hanya Diizinkan Seribu Ton

– Terkait diamankannya gula rafinasi

BANJARMASIN, BPOST-Ancaman kelangkaan dan lonjakan harga gula di banua ini bakal berlanjut. Hingga saat ini, Reskrim Polresta Banjarmasin belum membebaskan ribuan ton gula rafinasi di Pelabuhan Trisakti dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan.

Bahkan, gula pasir sebanyak 3.750 ton yang dibungkus dalam karung sebanyak 70 ribu yang ditempatkan dalam 150 kontainer itu masih dalam kondisi status quo. Karena pengiriman gula yang dilakukan salah satu distributor bernama Makasar Cena itu, menyalahi aturan dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

“Kami terus mengusut kasus ini hingga jelas. Karena ketentuan dari Menperindag tidak diperbolehkan mendatangkan gula sebanyak itu. Otomatis itu menyalahi ketentuan,” terang Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Hilman Thayib.

Untuk mendalami kasus tersebut, dirinya menugaskan salah satu petugas Reskrim ke Jakarta untuk mencari dokumen dan konsultasi langsung dengan Menperindag terkait peredaran gula rafinasi tersebut.

Termasuk, terus mengumpulkan keterangan dan dokumen pengiriman gula tersebut. Sehingga selama proses penyelidikan itu, ribuan gula yang berada di Pelabuhan itu tidak bisa didistribuskan.

“Meskipun untuk kepentingan masyarakat, kalau menyalahi aturan ya tetap akan kami tindak. Tapi kalau pengiriman itu benar, ya akan dibebaskan,” terangnya.

Hingga saat ini pihak Kepolisian belum menentukan siapa yang bakal menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Karena petugas masih mengumpulkan keterangan dan dokumen pengiriman barang.

Selasa (23/11) kemarin, jajaran unit Tipiter reskrim Polresta Banjarmasin memanggil ketua asosiasi distributor gula bersatu Kalsel, Aftahudin. Dia datang ke Mapolresta sekitar pukul 10.30 Wita dan langsung menuju ke ruang Sat reskrim di bagian belakang kompleks Mapolresta.

Hampir dua jam, pria yang juga menggeluti dunia intertainment itu dimintai keterangan oleh penyidik terkait diamankannya ribuan gula yang baru didatangkan dari kota Makasar tersebut.

“Gula itu memang dikirim ke Kalsel untuk memenuhi keperluan masyarakat,” katanya

Lebih lanjut dia menilai adanya perbedaan persepsi antara distributor dengan petugas Kepolsian. Sebanyak 4 distributor gula rafinasi di Kalsel telah melayangkan surat ke Dirjen perindustrian dan perdagangan pada 5 Sepetember yang berisi dispensasi untuk mendatangkan kembali gula rafinasi sebanyak 10 ribu ton.

Sayangnya, surat jawaban dari Dirjen tersebut datang 8 November lalu. Dalam surat jawaban tersebut, Dirjen hanya mengizinkan mendatangkan gula rafinasi itu sebanyak seribu ton saja.

“Padahal biasanya surat balasan itu hanya selisih 2 hari saja. Tapi kali ini tenggang waktunya lama sekali, mungkin ada distributor yang terlanjur memesan barang seperti waktu lalu,” terangnya.

Apalagi, imbuh Aftah, keinginan mendatangkan gula rafinasi itu lantaran stok gula di gudang-gudang sudah mulai menipis. Dikhawatirkan hal itu bakal memicu kenaikan harga cukup tinggi yang bisa membebani masyarakat.

“Yang paling mengerikan melihat kenyataan itu ada yang memanfaatkan situasi dengan menahan gula agar tidak keluar. Sehingga barang tidak ada dan harga terus melambung,” urainya.

Dia bersama empat distributor yakni CV Nela Afta, PT Pangan Lestari, UD Yandi danToko H Aslam yang dipercaya sebagai distributor gula rafinasi akan menghadap gubernur untuk memfasilitasi agar gula itu bisa diedarkan di masyarakat.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s