Alasan lelah Usai Diperiksa Polisi

Posted: January 9, 2011 in Berita

– Mantan KPA Diknas langsung pulang

– Terkait dugaan korupsi berkedok kartu pelajar

BANJARMASIN, BPOST-Jajaran Satreskrim Polresta Banjarmasin bekerja keras mengusut dugaan korupsi di Disdik kota Banjarmasin, berkedok pembuatan kartu pelajar yang merugikan keuangan negara puluhan juta rupiah.

Senin (6/12) kemarin, petugas unit Tipikor melakukan pemeriksaan perdana terhadap mantan kuasa pengguna anggaran Disdik, Rudy Ichwansyah. Dia dimintai keterangan sebagai saksi, pasca peningkatan status kasus tersebut, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di ruang unit Tipikor secara tertutup, yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.30 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun Bpost, tiga penyidik memintai keterangan terkait dugaan penyimpangan pembuatan kartu pelajar bagi siswa sekota Banjarmasin tahun 2008 itu.

Rudy Ichwansyah yang kini tercatat sebagai pejabat di lingkungan BKPMPD itu, dicecar puluhan pertanyaan seputar dugaan penyimpangan yang menggunakan modus pemecahan anggaran agar bisa dilakukan penunjukan langsung.

Padahal nilai proyek pengadaan kartu pelajar yang menjadi program nasional itu, seharusnya melalui lelang. Dengan siasat pemecahan anggaran, sehingga dilakukan dengan penunjukan langsung.

Usai menjalani pemeriksaan, Rudy yang mengenakan seragam hijau Linmas itu enggan dimintai keterangan dengan alasan terlalu capek memberikan keterangan.

Dia memilih langsung kabur meninggalkan ruang Reskrim untuk menuju ke mobil yang sudah menunggu di luar areal parkir Polresta Banjarmasin.

“Mohon maaf ya, saya lelah sekali. Takutnya, nanti menjawab pertanyaan kalian salah,” kilahnya sambil meninggalkan kerumunan wartawan.

Termasuk saat disinggung soal peningkatan status pemeriksaan tersebut, dia memilih ngeloyor meninggalkan kawasan itu. Menurutnya, hingga kini dirinya masih sebagai saksi dugaan kasus itu.

“Saya masih saksi kok, belum tersangka. Karena pemeriksaan ini juga sebagai saksi,” cetusnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto mengatakan, pemeriksaan terhadap KPA Disdik itu untuk mendalami kasus yang sedang diusut jajarannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saksi yang ada sekarang ini tidak menutup kemungkinan bakal meningkat menjadi tersangka. Karena, penyidik menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan penggunaan anggaran tersebut.

“Sekarang memang saksi, tapi sangat terbuka lebar bakal menjadi tersangka,” terangnya.

Selain itu, pihkanya juga bakal memintai keterangan saksi lainnya untuk menguatkan dugaan korupsi tersebut. Termasuk sejumlah unsur lainnya seperti Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s