Muchlis Dicecar Penyidik Lima Jam

Posted: January 9, 2011 in Berita

– Terkait penahanan gula 3.750 ton

BANJARMASIN, BPOST-Penyidikan kasus penahanan 3.750 ton gula rafinasi ilegal terus dikejar. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap biro ekonomi dan Disperindag Kalsel, giliran Sekdaprov Kalsel HM Muchlis Gafuri yang dimintai keterangannya.

Orang nomor satu di lingkungan PNS pemprov Kalsel itu datang ke Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, didampingi Kepala Biro Hukum pemprov Kalsel, Sugiono Yajie sekitar pukul 09.00 Wita.

Dia datang mengenakan seragam hijau hansip, menumpang mobil dinas bernopol DA 7 yang diparkir di halaman utama Polresta Banjarmasin. Kemudian langsung menuju ruang unit Tipiter yang ada di bagian belakang Mapolresta Banjarmasin di Jalan A Yani Km3,5 Banjarmasin.

Pemeriksaan tersebut berlangsung secara tertutup. Bahkan sejak masuk ruang pemeriksaan, baik Muchlis maupun Sugiono tidak keluar ruang pemeriksaan baik untuk istirahat maupun menjalankan salat dzuhur.

Sekitar pukul 14.45 Wita, keduanya keluar ruangan karena pemeriksaan yang dipimpin Kanit Tipikor Aiptu Denny tersebut sudah rampung.

Dicegat wartawan di halaman ruangan Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, Muchlis yang nampak lelah tersebut mengatakan, dirinya dimintai keterangan seputar program mendatangkan gula rafinasi tersebut.

“Kalau jumlah pertanyaannya saya lupa. Tapi yang jelas seputar upaya mendatangkan gula rafinasi itu saja,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, karena program mendatangkan gula tersebut dilakukan pemprov bersama distributor untuk mencegah melonjaknya harga gula di pasaran.

Karena gula yang didatangkan tersebut harus ada izin secara khusus, pemprov Kalsel atas saran tim pengendali inflasi membuat surat kepada Menperindag agar diizinkan mendatangkan gula sebanyak 10 ribu ton.

“Ada terbosan dari distributor dan saran tim pengendali inflasi, salah satunya harus mendatangkan gula dengan sarat harus ada surat dari pemerintah daerah. Sehingga pemprov ya melayangkan surat ke menteri,” terangnya.

Masih menurut Muchlis, upaya mendatangkan gula rafinasi tersebut semata-mata untuk kepentingan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan. Mengingat gula merupakan keperluan pokok warga.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan aparat Kepolisian Daerah Kalsel tentang rencana tersebut. Sayangnya, belum berjalan efektif terbukti surat SPP GRAP dari menteri tidak cepat turun, yang berakibat pada penahanan itu.

Ditanya upaya yang akan dilakukan pihaknya, akan memberikan pengawasan secara maksimal terkait stok keperluan gula hingga di masyarakat paling bawah. Jika masih kurang, akan sama-sama melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat agar memberikan kemudahan proses izin tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto mengatakan, pemanggilan itu untuk melengkapi berkas kasus penyidikan tersebut. Dengan harapan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tiga saksi yang meringankan sudah selesai, makanya kita panggil Sekdaprov untuk memberikan keterangan. Karena dia yang tahu terkait upaya mendatangkan gula rafinasi itu,” katanya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s