Sempat Lari Usai Menyerahkan Sabu

Posted: January 9, 2011 in Berita

– Dua tukang ojek jadi kurir sabu

BANJARMASIN, BPOST-Upaya Akhmad Husain (28), untuk melarikan diri dari penangkapan anggota unit II Sat Narkoba Polresta Banjarmasin yang hendak menangkapnya, Kamis (6/1) pukul 16.00 Wita tidak membuahkan hasil.

Meski sempat kabur usai menyerahkan satu paket sabu seharga Rp 500 ribu, pemuda yang tinggal di Pekapuran Raya RT22 nomor 1 Banjarmasin itu berhasil tertangkap karena kepungan petugas yang sejak awal sudah memblokade Gang Istiqomah tempat dia transaksi barang haram tersebut.

Selain berhasil mengamankan Akhmad Husain, penangkapan yang dipimpin langsung Kanit II Iptu Andre Hutagalung itu juga berhasil menangkap temannya, Jummadi alias Jujum (45) di lokasi tersebut.

Saat itu, Akhmad Husain dan Jummadi yang sama-sama berprofesi sebagai tukang ojek sedang menunggu pemesan sabu yang menghubunginya melalui handphone dengan janjian di tempat yang tidak jauh dari rumahnya.

Berselang beberapa menit setelah dirinya tiba di lokasi, datang beberapa orang yang diperkirakan pemesan barang tersebut ternyata mereka anggota Sat Narkoba.

“Saya pikir mereka yang pesan barang, makanya begitu berhenti saya serahkan satu paket sabu. Tidak tahunya malah mau menangkap,”ujar Husain.

Dirinya pun langsung terkejut. Dengan spontan, berusaha berontak dengan cara lari menghindari upaya penangkapan tersebut. Namun, petugas melakukan pengejaran hingga akhirnya tetap tertangkap.

Barang tersebut berasal dari tetangganya bernama Mama Gita. Dirinya mengambil upah dari penjualan barang tersebut sebesar Rp 50 ribu, yang dibagi dengan Jummadi itu.

“Kami dapat upah saja Rp 50 ribu, karena yang menunjukan pak Jummadi jadi kita bagi berdua,” terangnya.

Dirinya baru pertama kali menerima order barang haram itu. Hal itu dilakukan, lantaran penghasilan sebagai tukang ojek tidak cukup lagi untuk memenuhi keperluan hidup.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Christian Rony Sik melalui Kanit II Iptu Andre Hutagalung mengatakan, penangkapan itu berawal informasi masyarakat jika di tempat itu ada transaksi narkoba.

Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penyisiran. Saat tiba di tempat itu, melihat gerak-gerik kedua tersangka yang mencurigakan. Petugas langsung turun untuk melakukan penggeledahan.

“Pas berhenti itu, dia malah menyerahkan sabu kepada petugas. Langsung mau ditangkap, dia berusaha lari dan dikejar hingga akhirnya berhasil diamankan,” katanya.

Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Keduanya diancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s