Simpan Sabu Dalam Rebana

Posted: January 11, 2011 in Berita

– Polisi tangkap bandar dan pengedar sabu

BANJARMASIN, BPOST-Alat musik rebana (tarbang) tidak hanya berfungsi untuk mengiri pembacaan salawat atau Maulid Habsy saja. Bagi Nurlaila (24), alat musik yang terbuat dari kayu yang dilapisi kulit sapi itu juga bermanfaat untuk menyimpan narkoba jenis sabu.

Sayangnya, upaya warga Teluk Tiram Darat Gang Bakti RT18 Banjarmasin itu diketahui petugas. Ibu satu anak itu diamankan jajaran Sat Narkoba Polresta Banjarmasin di rumahnya, dengan barang bukti sabu seberat 5 gram yang disimpan di balik musik itu, Selasa (2/11) pukul 20.00 Wita.

Selain itu, petugas juga menemukan timbangan digital yang biasa digunakan untuk menimbang sabu, plastik klip serta alat musik tarbang yang digunakan untuk menyimpan sabu tersebut.

Dia mengaku, barang haram tersebut milik temannya, Nurdiansyah (33) warga Jalan Dahlia Gang Budaya Rt30 nomor 51 Banjarmasin. Dari pengakuan tersebut, akhirnya petugas mendatangi rumah Nurdiansyah yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah Nurlaila tersebut.

Pria yang diduga kuat sebagai bandar narkoba itu berhasil ditangkap petugas yang dipimpin langsung Kanit II Ipda Andri Hutagalung di depan gang rumahnya. Saat itu, Nurdin yang merupakan residivis narkoba itu diamankan saat berusaha melarikan diri.

Dalam pengakuannya, dirinya membeli barang tersebut dari temannya bernama Andri. Setiap gramnya dia membeli barang tersebut sebesar Rp 1,7 juta dan dijual dengan harga Rp 1,8 juta.

“Setiap 1 gram saya hanya Rp 100 ribu saja. Kecuali jika menjualnya dalam paketan kecil, untungnya justru lebih banyak lagi sekitar Rp 250 ribu ,” terangnya.

Dia merintis bisnis haram itu sudah 2 bulan dengan modal pinjaman dari teman. Bapak tiga anak itu nekad menekuni bisnis tersebut, lantaran hasil keringatnya sebagai buruh angkut di pelabuhan hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

Apalagi, lanjut dia, liku-liku bisnis haram tersebut sudah pernah dijalani hingga dirinya ditangkap petugas Polda Kalsel dan dijebloskan ke Lapas Teluk Dalam Banjarmasin dengan ganjaran hukuman 9 bulan penjara.

“Pas kondisi ekonomi kami susah, ada teman yang menawari pinjaman uang lalu saya gunakan untuk modal jualan sabu,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Christian Rony melalui Kanit II Ipda Endri Hutagalung mengatakan, Nurdin merupakan target operasi jajarannya, karena kerap melayani pembelian sabu. Apalagi setelah bebas dari penjara, justru lebih besar lagi.

“Dia (Nurdin) target operasi petugas, namun saat itu ada informasi anak buahnya sedang transaksi narkoba. Pas digrebek ternyata benar, barang itu milik Nurdin,” terangnya.

Keduanya dijerat dengan pasal 112 dan 132 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkoba. Karena dianggap bersekongkol melakukan bisnis terlarang tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s