Tahanan Narkoba Dapat Perlakuan Istimewa

Posted: January 11, 2011 in Sosial

– Setiap hari keluar tahanan hingga sore

BANJARMASIN, BPOST-Upaya pengetatan pengamanan yang dilakukan Polresta Banjarmasin kepada para penghuni rumah tahanan Mapolresta, belum sepenuhnya terealisasi. Terbukti, adanya perlakuan istimewa terhadap H Rustam, salah satu tahanan narkoba yang mendekam di Rutan tersebut.

Dia yang merupakan pengusaha emas hitam itu bebas keluar masuk Rutan. Setiap hari, dia keluar tahanan sejak pagi dan baru masuk lagi sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, sang tahanan tersebut mengaku kenal dekat dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo karena pernah bisnis batu bara. Dengan memo Kasat narkoba, Kompol Christian Rony, dia bebas keluar dengan alasan pemeriksaan.

Dari pantauan BPost, Jumat (19/11) sore, Rustam terlihat duduk santai di salah satu ruangan satuan narkoba tersebut tanpa adanya kegiatan.

Bahkan, awal pekan lalu dia yang mendekam bersama tiga rekannya sejak 9 November lalu berjalan didampingi Kasat Narkoba. Meski mengenakan kaos tahanan warna orange, Rustam tanpa borgol berjalan menyusuri jalan dengan alasan mau menghadap Kabag Ops Kompol Prihartono.

Sontak saja, perlakuan istimewa tersebut menimbulkan kecemburuan bagi tahanan lain. Menurut pengakuan keluarga salah satu tahanan, anggota keluarganya bisa keluar Rutan harus membayar uang jutaan rupiah.

Termasuk bagi penghuni ruang isolasi yang merupakan penghuni baru Rutan tersebut. Untuk bisa keluar menghirup udara segarm harus menyetor uang sebesar Rp 500 ribu.

“Coba kalau tahanan banyak uang, bebas keluar masuk. Kemarin kami tanya untuk bisa keluar dari Rutan ini harus bayar sebuah kendaraan,” kata salah seorang pembesuk yang namanya enggan disebutkan.

Sementara itu, Kabag Operasional Polresta Banjarmasin Kompol Prihartono membantah adanya perlakuan istimewa terhadap salah seorang tahanan.

Dirinya yang merupakan penanggung jawab 192 tahanan Mapolresta Banjarmasin, tidak memberikan keitismewaan sedikitpun kepada tahanan.

“Tidak ada istilah istimewa atau tidak istimewa, semuanya diperlakukan sama sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Termasuk soal ditemui tahanan narkoba, dirinya juga tidak pernah bertemu dengan tahanan. Termasuk anggota kelarganya. Karena semuanya harus mengikuti tata tertib yang ada.

Prihartono berharap kepada masyarakat atau keluarga tahanan jika merasa dirugikan, agar melapor kepada dirinya maupun ke Propam agar petugas yang bersangkutan ditindak tegas.

“Kalau ada pungutan di tahanan silakan lapor ke Propam. Biar dikenai sanksi dan kami tidak akan menutup-nutupi,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s