Takut Saat Diambil Darahnya

Posted: January 11, 2011 in Sosial

– Ladies Blu Atlantic tes darah

BANJARMASIN, BPOST-Ketegangan mewarnai kegiatan pelatihan penanggulan penyakit menular seksual HIV dan AIDS yang digelar di Hotel Blue Atlantic di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin, Senin (22/11) sore.

Usai mendapatkan pengarahan dari unsur dinas kesehatan Kalsel dan Komisi Penanggulangan Aids Indonesia, sekitar 20 pemandu lagu (Ladies) di karaoke hotel tersebut yang mengikuti kegiatan itu harus menjalani tes darah.

Para peserta yang mayoritas mengenakan pakaian serba ketat itu, terlihat saling dorong dengan sesama rekannya untuk pengambilan darah oleh petugas medis.

“Pak, boleh apa tidak jika darahnya tidak diambil. Karenabeberapa bulan lalu darah saya sudah diambil untuk dites,” rengek Vila, salah seorang ladies dengan nada manja. Petugas yang mengambil darah hanya bisa tersenyum. Menurutnya, pengambilan darah tersebut untuk pemeriksaan para pemandu lagu sebagai upaya pendeteksian dini dari ancaman penularan penyakit menular baik HIV maupun AIDS.

“Kami janji akan merahasiakan hasilnya. Ini semua demi kepentingan dan kesehatan mbak juga,” cetusnya dengan nada membujuk.

Dalam kegiatan itu, para peserta diberitahu tanda-tanda jika tertular penyakit kelamin yang disebabkan adanya hubungan seksual. Mulai dari kondisi kesehatannya yang terus menurun hingga tanda-tanda lain seperti munculnya cairan yang tidak wajar.

Selain mendapatkan pengetahuan, para pemandu lagu dan karyawan yang mengikuti acara tersebut juga diberikan kondom. Hal itu sebagai antisipasi untuk memutus mata rantai penularan penyakit seksual.

“Orang masih berfikir penyakit HIV/AIDS itu masih disebabkan suntik, padahal sudah 5 tahun terakhir ini justru karena hubungan seks,” terang ketua program HIV/AIDS Dinkes Kalsel, Mursalim.

Sementara itu, GM intertainment Hotel Blue Atlantic Banjarmasin, Syahrudin mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan pihaknya sebagai bekal bagi karyawan untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

“Kami rutin setiap tahun mengadakan kegiatan ini. Apalagi, ada sebagian karyawan yang baru sehingga mereka biar sama-sama mendapatkan pengetahuan soal penyakit menular seksual itu,” katanya.

Sangat Rentan

Dari beberapa tempat hiburan malam yang ada di kota Banjarmasin, masih sebagian kecil yang memiliki kepedulian terhadap karyawannya untuk membekali pengetahuan soal penyakit menular seksual itu.

Padahal, tempat hiburan tersebut memiliki kerentanan terhadap penularan yang dilakukan pengunjung maupun karyawannya. Karena data penyakit Aids justru ditemukan di kota yang notabene tidak ada lokalisasi.

“Dari data saat ini mencapai 201 orang dan sebanyak 63 sudah positif Aids. Dan itu yang paling banyak ditemukan di kota Banjarmasin,” terang Mursalim.

Sisanya, sebanyak 138 masih fase HIV yang tersebar disejumlah daerah di Kalsel, seperti beberapa wilayah yang ada tempat prostitusinya.

Oleh karena itu, imbuh dia, pembekalan mengenai pencegahan penyakit menular tersebut sangat penting. Karena salah satu upaya untuk membekali seseorang agar tidak menambah mata rantai penularan.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s