Tertangkap Saat Jatuh Dari Loteng

Posted: January 11, 2011 in Berita

– Tiga ‘lulusan’ LP Teluk Dalam edarkan ineks

BANJARMASIN, BPOST-Upaya Mohammad Habieb (32), menyelamatkan diri dari kepungan jajaran unit I Sat Narkoba Polresta Banjarmasin yang mengepung rumahnya tidak membuahkan hasil. Warga Teluk Tiram Darat Gang ABC RT13 itu, akhirnya berhasil ditangkap setelah terjatuh dari bangunan loteng, Senin (1/11) pukul 18.00 Wita.

Selain mengamankan duda yang sudah 4 kali keluar masuk penjara kasus kupon putih dan narkoba itu, petugas menemukan 30 butir ineks warna merah muda berlogo mahkota yang berada di ruang tamu tempat tinggalnya tersebut.

Penangkapan Habieb berawal saat petugas yang dipimpin Kanit I Iptu Hady Saputra Siagian melakukan operasi dan berhasil mengamankan Sarifah (25), warga Jalan RE Martadinata 16 Banjarmasin tidak jauh dari rumahnya.

Dari pengakuan ibu dua anak itu, dia mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya yang dikenal saat sama-sama mendekam di Lapas Teluk Dalam tersebut.

Dia nekad menekuni ‘bisnis’ haram tersebut karena untuk menebus kendaraan yang digadaikan rekannya dengan uang sebesar Rp 2 juta. Sedangkan dari penjualan ineks tersebut, dia mendapatkan untung sebesar Rp 70 ribu setiap butirnya.

“Mau bagaimana lagi, suami di penjara. Sedangkan saya harus bayar kendaraan yang digadaikan teman,” keluhnya.

Dari pengakuan Sarifah yang pernah ditangkap karena menggelar pesta narkoba itu mengaku, barang tersebut milik temannya bernama Habieb. Kemudian, petugas melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan berhasil menangkapnya sekaligus menemukan barang bukti berupa 30 butir ineks tersebut.

Saat diinterogasi, Habieb yang baru setahun menghirup udara bebas itu mengakui kalau ineks tersebut dari rekannya bernama Fajri, yang tinggal Pekauman Gang Jamaah II.

“Saya hanya menolong teman saja, kasihan suaminya di penjara dan harus bayar uang pegadaian,” ujar Habieb.

Akhirnya, petugas melakukan penggrebekan di rumah tersebut. Saat Fajri yang sudah dua kali masuk penjara berusaha kabur dari rumahnya, dia keburu ditangkap petugas di depan gang rumahnya tersebut.

Menurutnya, dirinya juga hanya menjualkan barang tersebut. Karena, barang haram itu milik rekannya bernama Agus. Setiap pengambilan, dirinya memasang harga Rp 185 ribu setiap butir ineks tersebut.

Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Christian Rony mengatakan, ketiga tersangka tersebut merupakan target operasi jajarannya. Apalagi ketiganya merupakan residivis dan sepak terjang ketiganya setelah keluar dari Lapas Teluk Dalam tidak ada perubahan.

Mereka tetap menekuni bisnis terlarang tersebut. Bahkan, tergolong besar seperti bandar atau orang kepercayaan bandar dan sebagian menjadi pengedar.

“Aktifitas mereka sudah lama kita pantau, karena ketiganya memiliki rekam jejak tentang narkoba. Dan kemarin saat digrebek ada ineks sebanyak 30 butir itu,” terangnya.

Ketiga orang tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau minimal selama 5 tahun penjara. Karena memiliki dan menyimpan barang haram tersebut cukup banyak.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s