Dikira Ibu Datang, Ternyata Polisi

Posted: January 16, 2011 in Berita

– Dua peserta pesta sabu jebur ke sungai

BANJARMASIN-Tidak pernah terlintas dalam benak Roy Candra Yusi (25), kalau yang mengetuk rumahnya itu jajaran Sat Narkoba Polresta Banjarmasin. Dengan pikiran yang setengah sadar akibat hisapan sabu-sabu, dia yang sedang menggelar pesta sabu-sabu berusaha membukakan pintu tersebut.

Ternyata, beberapa petugas Kepolisian yang sudah mengamankan dirinya. Melihat yang datang tersebut Polisi, dua teman Roy berusaha kabur dengan meloncat jendela dan menjeburkan diri ke sungai.

“Pikir saya mama yang datang, makanya langsung saya bukakan pintu. Karena ketuk-ketuk terus,” katanya saat ditemui di Mapolresta Banjarmasin, Selasa (5/10) pagi.

Selain berhasil mengamankan duda tanpa anak itu, petugas juga menyita sejumlah lat penghisap sabu seperti bong kaca, pipet, sedotan, mancis dan kompor.

Penggerebekan pesta sabu-sabu yang dilakukan jajaran Sat Narkoba Polresta Banjarmasin itu, di sebuah rumah di Jalan Pangeran RT9 no79 itu berawal tertangkapnya dua kurir barang haram tersebut, Senin (4/10) pukul 17.00 Wita atau beberapa menit sebelumnya penggerebekan.

Saat itu, petugas yang melakukan penyamaran berhasil mengamankan Syahrial alias Rial (27) warga Jalan Pangeran RT9 nomor 96 dan temannya Abdul Kadir Jailani (21) yang merupakan adik kandung Roy Candra Yusi tidak jauh dari rumahnya.

Dari tangan dia ditemukan satu paket sabu-sabu yang siap antar dan sebuah handphone. Dari pengakuannya, barang haram tersebut merupakan pesanan rekannya termasuk yang adiknya sendiri yang sedang menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya.

“Dari pengakuan dia petugas langsung menuju lokasi. Ternyata benar, di rumah itu sedang ada pesta sabu-sabu,” ujar Kanit I Sat Narkoba, Iptu Hadi Saputra Siagian.

Sayangnya, saat digerebek dua orang yang sedang mabuk setelah menghisap itu berhasil kabur dengan meloncat melalui jendela dengan menjeburkan diri ke sungai yang berada di dekat rumah itu.

Ketiga tersangka bakal dijerat dengan pasal 112 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2001 karena memiliki narkoba tanpa hak.

Tiga Kali Seminggu

Bagi Roy Candra Yusi, menghisap sabu-sabu bukan hal yang asing. Dirinya dalam waktu seminggu, menghisap barang haram itu sebanyak tiga kali.

Jika tidak melakukannya, dia yang baru 4 bulan menghirup udara bebas karena kasus sajam itu, badannya merasa tidak enak dan capek semua.

“Ya sudah biasa menghisap. Rata-rata 3 kali seminggu menggunakan barang itu,” katanya.

Untuk mendapatkan paketan barang haram itu dilakukan dengan cara iuran bersama rekannya. Kemudian, barang tersebut digunakan beramai-ramai.

Sementara, Syahrial dan Abdul Kodir hanya mencarikan barang tersebut jika ada orang yang pesan. Dirinya mengambil upah dari mencarikan barang haram itu kepada kenalannya.

“Saya mengambil upah saja, setiap paketnya rata-rata Rp 20 ribu,” ujar residivis jambret itu.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s