Janda Gagal Jual 23 Mahkota

Posted: January 16, 2011 in Berita

BANJARMASIN-Bayangan Syarhanah (42), untuk mendapatkan uang sebesar Rp 700 ribu langsung sirna. Bahkan janda yang tinggal di Pekapuran B Laut Gang Makmur RT07 Banjarmasin itu, tak berdaya ketika mengetahui yang menghampiri dirinya ternyata petugas Sat Narkoba Polresta Banjarmasin, Sabtu (23/10) pukul 22.00 Wita.

Saking bingungnya, Syarhanah yang baru setahun menikmati udara bebas dari Lapas Teluk Dalam itu, tidak sempat lagi menyembunyikan 23 butir ineks warna merah muda berlogo mahkota yang ada di genggamannya itu.

Akhirnya, dia langsung dibawa petugas ke Mapolresta Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 23 butir ineks siap antar, 1 bungkus rokok, plastik klip dan handphone.

Saat ditemui di Mapolresta, janda yang sehari-hari jualan nasi dan korden itu mengaku jualan tersebut karena akan mendapatkan imbalan uang sebesar Rp 700 ribu.

Barang tersebut milik Amat, seorang sopir bus yang dikenalnya saat sama-sama mendekam di balik jeruji besi Lapas Teluk Dalam Banjarmasin karena kasus kepemilikan sabu.

“Karena teman baik saat di penjara dulu, ya tidak menyangka kalau akhirnya seperti ini,” kata Syarhanah.

Apalagi sebelum dirinya tertangkap petugas, Amat menemuinya untuk menyerahkan barang haram tersebut agar diserahkan kepada seseorang yang telah memesannya.

Sehingga tidak ada rasa curiga sedikitpun. Sehingga 23 butir ineks itu langsung diterimanya. Menjelang tengah malam, barang tersebut hendak diambil pemesan bernama Huda yang juga kenalannya saat sama-sama menjalani hukuman setahun silam.

“Karena mau diambil, ya saya tunggu di muka gang. Ternyata yang datang keduluan Polisi,” cetusnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Christian Rony melalui Kanit I Iptu Hady Saputra Siagian mengatakan, penangkapan itu berdasarkan informasi masyarakat jika di Gang makmur Jalan Pekapiran B Laut itu ada transaksi narkoba.

“Pas petugas datang melihat gelagat tersangka yang mencurigakan. Lalu digeledah ternyata dia membawa ineks itu,” terangnya.

Tersangka merupakan target pengawasan pihaknya. Karena, dia pernah tertangkap saat mengedarkan narkoba jenis sabu dengan ganjaran hukuman selama 5 bulan dan baru bebas November 2009 lalu.

Tidak Sedih

TIDAK nampak kesedihan di raut wajah Syarhanah, meski ancaman hukuman 6 tahun penjara telah menghadangnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah memiliki 23 butir ineks berlogo mahkota.

Baginya, hidup di balik terali jeruji besi bukan yang pertama. Apalagi selama ini dirinya hidup sebatang kara. Sehingga meski harus menjalani hukuman penjara, dirinya tidak meninggalkan beban seperti anak maupun suami.

“Kenapa sedih, aku kada bisi siapa-siapa. Anak juga kada bis,” celetuknya.

Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan dari proses hukum bakal dijalaninya. Termasuk berapapun lamanya hukuman yang akan dijatuhkan majelis hakim, bakal dijalaninya.

“Sudah pernah masuk saja, kenapa bingung dan sedih. Ya dijalani saja, kan sejak awal sudah tau resikonya,” urainya.

Tanpa menekuni bisnis narkoba, sebenarnya penghasilan dirinya dari jualan nasi dan korden di kawasan Terminal Induk Pal6 sangat kecukupan. Untuk keperluan hidup sehari-hari, penghasilannya sudah sangat cukup.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s