Kobaran Api Gegerkan Terminal Pal6

Posted: January 16, 2011 in Berita

– Hanya Sempat Menyelamatkan Ijazah

– 17 rumah tinggal puing-puing

BANJARMASIN-Sirine mobil barisan pemadam kebakaran (BPK) terus meraung-raung. Fitri (19), sambil memeluk stopmap plastik berusaha menerobos brigade anggota BPK yang menyemburkan air ke arah kobaran api yang menjilati rumah bedakan di depan Terminal Induk Pal6 Banjarmasin, Kamis (7/10) pukul 10.30 Wita.

Bajunya basah terkena semburan air tidak dihiraukannya. Dia berusaha membantu ibunya, yang menggendong adiknya yang masih kecil untuk menghindari amukan si jago merah yang memuluhlantakan tempat tinggalnya di Gang BPK tersebut.

Mahasiswi semester I STIA Bina Banua itu, salah satu dari 72 warga yang rumahnya hangus terbakar. Dalam peristiwa kebakaran yang berlangsung di siang hari itu, dia hanya mampu menyelamatkan ijazah yang terbungkus dalam stopmap plastik.

“Hanya ijazah ini saja yang bisa kami selamatkan. Mama yang di rumah juga sibuk menyelamatkan adik,” katanya sambil meneteskan air mata.

Saat kebakaran terjadi, dirinya sedang berada di kampus yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinglalnya. Melihat kepulan asap yang membumbung tinggi, dirinya langsung meninggalkan kampus untuk melihat kondisi rumahnya yang sudah mulai dijilati si jago merah.

Dalam waktu sekitar 45 menit, kobaran api itu mengahanguskan 17 rumah bedakan yang ada di Kelurahan Pemurus Luar itu. Akibatnya, sebanyak 72 jiwa harus kehilangan tempat tinggal karena tinggal puing-puing saja.

Karena banyaknya anggota BPK yang datang, akhirnya kobaran api berhasil dijinakkan. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena saat kebakaran banyak pemilik rumah sedang menjalankan aktifitas sehari-hari.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost di lokasi kejadian, kebakaran tersebut diduga dipicu hubungan arus pendek. Karena saat kejadian, mayoritas penghuni rumah tersebut berada di luar.

“Kami taunya dari kepulan asap hitam yang membumbung tinggi. Begitu pulang, ternyata api sudah menjalar kemana-mana,” ujar Saidi, salah seorang warga.

Karena lokasi kejadian berdekatan dengan posko BPK, langsung memberikan pertolongan dengan menyemprotkan air ke arah kobaran api. Dengan harapan tidak menjalar kemana-mana.

Lantraran semua rumah berasal dari kayu dan tiupan angin cukup kencang, menambah cepat api menghanguskan belasan rumah tersebut menjadi arang.

Untuk tempat tinggal sementara, dia mengaku bakal menumpang di rumah saudara sambil melakukan pembenahan. Mengingat, dua anaknya masih kecil sehingga takut kesehatannya terganggu.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s