Oknum Samapta Cabut Pistol di Diskotik

Posted: January 16, 2011 in Berita

– Ditegur karena menggratiskan teman masuk

BANJARMASIN-Jajaran Kepolisian Polresta Banjarmasin kembali dirundung masalah. Namanya besarnya tercoreng akibat ulah oknum anggotanya berinisial Briptu D.

Anggota dari Kesatuan Samapta Polresta Banjarmasin itu, membuat geger di Diskotik Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) lantai V Banjarmasin, Rabu (13/10) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, keributan itu berawal saat Briptu D ditegur salah satu Security tempat hiburan malam terbesar di kota seribu sungai ini karena keluar masuk ruangan sambil membawa rekan-rekannya masuk diskotik tanpa bayar.

Merasa marah karena ditegur, anggota Polri yang pernah kesandung kasus asusila itu berusaha mencabut pistol jenis FN dari pinggangnya.

Merasa nyawanya terancam, sehingga dilerai petugas security lainnya yang berada di kawasan tersebut. Kemudian, kasus tersebut dilaporkan ke Polresta Banjarmasin.

Jumat (15/10) siang, petugas dari P3D Polresta Banjarmasin bersama Propam Polda Kalsel mendatangi rumah Brigadir D. Di rumah tersebut, petugas menemukan pistol jenis FN yang diduga kuat dibawa D saat ke diskotik tersebut.

Pistol tersebut disita petugas sebagai barang bukti untuk pemeriksaan selanjutnya. Apalagi, yang bersangkutan juga tidak memiliki izin untuk menggunakan pistol tersebut.

Kapolresta Banjarmasin, Komisaris Besar Polisi Hilman Thayib langsung berang dengan adanya ulah oknum anah buahnya itu. Dia langsung memerintahkan Kanit P3D, Ajun Komisaris Polisi Sudirman untuk melakukan pengusutan.

“Saya sudah perintahkan P3D untuk mengusut hingga tuntas masalah itu. Karena sangat mencoreng nama Kepolisian,” tegasnya.

Bahkan dia sangat menyayangkan, kehadiran Brigadir D di diskotik tersebut. Karena sesuai Undang-undang nomor 2 tahun 2003, Polisi dilarang keras masuk ke tempat hiburan kecuali atas izin atasannya atau sedang melakukan kegiatan.

“Datang saja tidak boleh, apalagi memasukkan temannya secara gratis dan ditegur marah,” kata Hilman dengan nada tinggi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rekam jejak atau daftar kesalahan yang pernah dilakukan anggotanya itu bakal menjadi bahan acuan atau caatan khusus pihaknya dalam pengusutan kasus tersebut.

Dia berjanji tidak akan menutupi kasus yang menimpa anggotanya itu. Termasuk bakal mengambil sikap tegas dan sesuai peraturan yang berlaku dalam menjatuhkan sanksi.

“Tidak ada istilah menutup-nutupi. Kalau dia (Anggota) salah, ya aan kami hukum. Baik pidana maupun disiplin sesuai peraturan yang berlaku di Kepolisian,” tandasnya.

Diungkapkan Hilman, dari hasil pemeriksaan, barang bukti sepucuk pistol yang disita dari Briptu D merupakan pistol gas atau air soft gun.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s