170 Paspor Jamaah Belum Rampung

Posted: January 18, 2011 in Berita

– Tes kesehatan hingga akhir September

BANJARMASIN-Sebanyak 170 paspor jamaah calon haji asal Kalimantan Selatan belum selesai pembuatannya. Mengingat, banyaknya permintaan pembuatan paspor di kantor imigrasi Banjarmasin.

Ancaman batal keberangkatan untuk jamaah yang belum rampung tersebut tidak bisa dipastikan. Meskipun proses pemberangkatan jamaah ke tanah suci Makkah untuk kloter satu kurang setengah bulan lagi.

“Bisa berangkat atau tidak kami belum bisa memastikan. Yang jelas sampai saat ini ada 170 paspor yang belum selesai pembuatannya,” ujar humas kantor kementrian agama Kalsel, Hidayatul Rahman.

Pihaknya terus berusaha meminta petugas imigrasi untuk mempercepat pembuatan paspor tersebut. Dengan harapan, jamaah calon haji tersebut tetap bisa berangkat sesuai dengan kuota dan kloter yang telah ditentukan.

Ditanya jamaah asal daerah mana saja, menurutnya tersebar di berbagai daerah di Kalsel. Hal itu disebabkan banyaknya permintaan paspor di kantor imigrasi Banjarmasin dan adanya tambahan kuota jamaah.

“Kami berharap imigrasi bisa menyelesaikan paspor tersebut, biar yang bersangkutan bisa berangkat ke tanah suci,” pintanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, hingga saat ini pembuatan paspor yang sudah selesai sebnayak 3.735 dari jumlah jamaah calon haji asal banua sebanyak 3.905 orang.

Sedangkan proses pembuatan paspor tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap. Untuk tahap awal yang dilaksanakan sejak 13 Agustus itu, telah merampungkan sebanyak 2.141 paspor. Tahap kedua sebanyak 1.036 buah dan tahap ketiga sebanyak 558 buah.

Saat ini, para warga yang akan menunaikan rukun Islam kelima itu sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas-puskesmas yang ditunjuk serta pemberian vaksin meningitis yang dilaksanakan hingga akhir September ini.

 

“Kalau sekarang ini hasil tes kesehatannya belum masuk ke provinsi, karena pelaksanaannya hingga akhir bulan,” kata kepala dinas kesehatan Kalsel, drg Rosihan Adhani.

Meski begitu, untuk jamaah yang sedang hamil maupun hipertensi tergolong orang yang memiliki resiko tinggi untuk tidak bisa melaksanakan ibadah haji tersebut.

Karena hasil pemeriksaan kesehatan tersebut akan dikelompokan dalam empat bagian. Yakni madiri, observasi, pengawasan dan tunda. Untuk klasifikasi terakhir itu, tidak bisa dipaksakan karena memiliki resiko cukup besar tetap diberangkatkan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s