65 Pulau di Kalsel Tak Berpenghuni

Posted: January 18, 2011 in Berita

– Pulau lari-larian menunggu SK Mendagri

BANJARMASIN-Sebanyak 65 dari 130 pulau yang ada di Kalimantan Selatan tidak ada penghuninya. Hal itu yang menimbulkan kerawanan dicaplok daerah lain, karena keberadaan pulau tersebut berbatasan dengan provinsi tetangga.

Pulau tersebut ukurannya relatif kecil. Sehingga tidak ada warga yang menempati. Selama, pulau tersebut hanya dimanfaatkan para nelayan untuk persinggahan sementara ketika menghadapi badai saat di laut.

“Mungkin karena ukurannya yang kecil, sehingga pulau itu tidak ada warga yang mau menempati seperti halnya pulau-pulau lain,” ujar Kepala biro pemerintahan pemprov Kalsel, Ardiansyah di sela-sela pasar murah di gubernuran.

Adapun pulau tersebut tersebar di lima kabupaten dan kota di Kalsel, antara lain di kabupaten Kotabaru, Tanahbumbu (Tanbu), Tanah Laut (Tala), Banjar dan kota Banjarmasin.

Namun, mayoritas pulau berada di kabupaten Kotabaru dan Tanahbumbu. Selain wilayahnya dikepung laut, juga berbatasan langsung dengan provinsi tetangga seperti Sulawesi Selatan mupun Sulawesi Barat.

“Yang banyak ya di daerah Kotabaru dan Tanahbumbu. Karena wilayah dua kabupaten itu kan dikelilingi laut dan berbatasan langsung dengan provinsi lain,” terangnya.

Bahkan tidak ada aktifitas di pulau tersebut. Tidak menutup kemungkinan, sebagian dari pulau yang tidak ada penghuninya itu memiliki potensi sumer daya alam (SDA) seperti tambang yang cukup besar.

Pulau yang tidak ada penghuninya tersebut, merupakan bagian dari sekitar 130 pulau di Kalsel yang tidak memiliki nama. Pemprov Kalsel sedang melakukan pengecekan ulang keberadaan pulau tersebut untuk mendapatkan surat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

“Kami bersama tim sedang melakukan pengecekan ulang untuk pendataan. Karena akan kami daftarkan ke Mendagri, biar lebih aman keberadaan pulau itu,” ujar Kasubag Tata Pemerintahan, MUsridyansya.

Nama-nama pulau tersebut juga masih tradisional. Artinya selama ini, keberadaan pulau itu hanya sesuai dengan nama yang diberikan masyarakat setempat yang sudah turun menurun.

“Ya seperti pulau kambang, pulau kaget dan sebagianya. Jadi di Depdagri sana ya tidak tahu nama pulau itu. Makanya perlu didaftarkan biar lebih aman,” tegasnya.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan proses pendaftaran pulau-pulau tersebut, merupakan salah satu agenda dalam kepemimpinannya kali ini. Termasuk masalah tapal batas antara kabupaten satu dengan yang lainnya.

Bahkan, proses pemberian nama pulau itu tidak serumit dibandingkan penentuan tapal batas. Baik yang menyangkut antar provinsi maupun antar kabupaten dan kota.

“Pulau-pulau kita ini hanya berada di dalam, jadi ya tidak rumit. Mungkin lebih rumit menentukan tapal batas antar kabupaten,” cetusnya sambil tertawa.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s