Boyong Keluarga ke Banua

Posted: January 18, 2011 in Sosial

– Arus balik lebih banyak

BANJARMASIN-Serbuan para pendatang ke banua pasca lebaran sudah menjadi tradisi. Sehingga ancaman pertambahan penduduk dadakan karena banyaknya pendatang yang memboyong sanak keluarga tidak bisa dielakan lagi.

Bahrudin (35), salah satunya. Warga Jateng itu, membawa dua sanak saudaranya ke Kalimantan Selatan untuk mencari keberuntungan. Menurutnya, di banua ini lebih luas lapangan pekerjaannya dibandingkan di kampung halaman.

“Siapa tau mas dapat pekerjaan disini. Di kampung, mau jadi petani ya tidak punya sawah,” katanya lirih.

Sambil menikmat segelas kopi, menurutnya di Kalsel selama tidak pilih-pilih pekerjaan tetap ada. Meskipun sebagai buruh bangunan maupun bekerja di perkebunan.

Ya, dia salah satu dari beberapa warga yang memboyong anggota keluarganya hijrah ke banua. Bahkan, menurut pelaksana harian (Plh) kepala dinas perhubungan Kalsel, Ramonsyah. Menurutnya, jumlah arus balik yang menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin melebihi dari arus mudik.

Sayangnya, Ramonsyah tidak menjelas secara rinci jumlah arus balik tersebut. Hanya saja, dari data yang berhasil dihimpun BPost jumlah arus mudik lebaran mencapai 15 ribu penduduk baik tujuan Surabaya maupun Semarang.

“Yang jelas arus balik yang menggunakan kapal laut jumlahnya lebih banyak dibandingkan saat mudik,” katanya usai upacara peringatan hari perhubungan di halaman pemprov Kalsel, Rabu (22/9) pagi.

Berbeda dengan yang menggunakan transportasi udara. Menurut Ramonsyah justru jumlahnya lebih sedikit dibandingkan yang mudik menggunakan pesawat.

Dirinya juga mengaku tidak tahu fenomena tersebut. Diperkirakan mereka adalah warga pendatang yang kebetulan bertugas di Banjarmasin, dan langsung pulang kampung seiring dengan arus mudik lebaran tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan merek para pegawai atau pekerja tambang, yang habis masa kontraknya di Kalsel dan sekalian mudik,” cetusnya.

Sedangkan untuk yang menggunakan jalur darat, tidak ada perubahan. Seperti yang diprediksi sejak awal terus mengalami penurunan. Dipastikan mereka menggunakan kendaraan bermotor pribadi.

Sementara itu, wakil gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, hasil evaluasi sementara pelayanan arus mudik dan balik berjalan cukup bagus mengingat persiapan yang cukup matang. Sehingga sampai saat ini tidak ada keluhan masyarakat berkurangnya armada.

“Alhamdulillah berjalan lancar, karena persiapan pemerintah daerah dan kabupaten serta kota cukup matang. Sehingga tidak ada laporan warga telantar karena tidak ada angkutan,” ujarnya.

Disinggung mengenai keberadaan Bandara Syamsudin Noor yang tidak representatif lagi, menurutnya secara bertahap dilakukan pembenahan. Saat ini yang sudah dilakukan adalah pemisahan terminal kedatangan dan pemberangkatan.

Selain itu, juga bakal dilakukan pengembangan secara menyuluruh hingga memenuhi standart Internaisonal yang ditargetkan tercapai pada tahun 2014 mendatang.

“Saat ini tim baik dari Pemprov, DPRD, Angkasa Pura dan pemerintah pusat teruys bekerja menyelesaikan rencana itu. Tidak lain untuk pelayanan masyarakat mengingat makin tingginya jumlah penumpang,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s