Rudy Pimpin Musrenbangda

Posted: January 18, 2011 in Berita

– Tampil mesra dengan Rudy Resnawan

– Menunggu tembusan Kejagung

BANJARMASIN-Status tersangka tindak pidana korupsi yang sedang disandang Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin tidak membuat orang nomor satu di banua itu minder. Rabu (29/9) kemarin, dia tetap menjalankan tugas memimpin acara Musrenbang di Aula Bappeda Kalsel yang dihadiri para pejabat dari kabupaten dan kota.

Bahkan dia tampil mesra bersama Wagub Rudy Resnawan. Mengenakan stelan baju safari abu-abu kehitaman, Rudy Ariffin satu mobil dengan Rudy Resnawan dengan menumpang mobil dinas Toyota Camry Saloon warna hitam metalic bernopol DA 1.

Pemandangan tersebut selama ini tidak biasa terjadi. Meski sama-sama menghadiri suatu acara, keduanya selalu menumpang mobil dinas masing-masing berikut dengan ajundannya.

Tak ayal, kejadian tersebut menarik perhatian dan menimbulkan beragam spekulasi. Menurut salah seorang sumber, keduanya baru saja menggelar rapat mendadak di kediaman Mahligai Pancasila untuk menyikapi persoalan yang sedang mencuat tersebut.

“Mungkin pak Wagub disuruh merasakan kendaraan dinas dulu,” celetuk salah seorang pegawai sambil tertawa.

Meski resmi menyandang status tersangka, ratusan pegawai yang mengikuti Musrenbangda tersebut masih menaruh hormat kepada mantan bupati Banjar itu.

Begitu juga dengan sejumlah unsur Muspida Kalsel sepeti Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah, Aspidsus Kejati Kalsel Erwindu, dan Pengadlan Tinggi Kalsel nampak setia menunggu kehadiran hingga akhirnya acara tersebut molor dari jadwal semula yang akan dimulai pukul 09.00 Wita.

Saat menyampaikan sambutan pembukaan, Rudy Ariffin sempat naik pitam dengan suara yang terdengar tinggi. Meki begitu, ratusan pegawai perwakilan kabupaten dan kota yang memenuhi aula Bappeda Kalsel itu, tetap setia mendengarkan sambutan Rudy Ariffin hingga selesai.

Para pegawai enggan berkomentar terkait status baru yang disandang ‘bosnya’ itu. Menurutnya, kasus itu terjadi saat yang bersangkutan menjabat sebagai bupati Banjar.

“Ini kan kasus pidana, ya biar hukum yang memutuskan mana yang benar dan mana yang salah,” cetus salah seorang pegawai sambil ngeloyor.

Sementara itu, Rudy Ariffin yang ditemui usai memimpin Musrenbangda mengaku masih menunggu petikan putusan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait statusnya itu untuk menyusun upaya hukum yang bakal ditempuhnya.

“Bagaimana mau menyiapkan langkah kalau yang disangkakan saja belum kami ketahui,” ujarnya dengan bertanya.

Dengan sorot mata yang terlihat nanar, sampai saat ini dirinya juga belum mendapatkan salinan putusan Kejagung terkait status dirinya menjadi tersangka itu.

Bahkan dia juga mengaku kaget ketika awak koran ini menanyakan hal tersebut. Kemudian malam harinya ramai, karena sejumlah media televisi nasional mengabarkan hal tersebut.

“Justru taunya setelah ada informasi dari running teks di televisi itu. Kalau resminya dari Kejagung belum tahu sama sekali,” tandasnya.

Rudy pun enggan berspekulasi mengenai kasus yang membelitnya itu. Menurutnya, akan dihadapinya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada.

“Saya tidak mau menduga-duga, biar masyarakat dan proses hukum yang menilai,” tukasnya.

Sementara itu, kepala biro hukum pemprov Kalsel Sugiono Yajie mengaku siap memberikan pendampingan jikaRudy Ariffin meminta. Karena, kasus yang dihadapi tersebut merupakan dugaan tindak pidana. Sehingga harus ada permintaan dari yang bersangkutan.

“Berbeda dengan perdata maupun tata usaha negara. Tanpa diminta, kami wajib memberikan bantuan hukum. Kalau kasus pidana harus ada permintaan,” terangnya.

Meski begitu, saat ini pihaknya sedang menyusun bahan dan upaya jika sewaktu-waktu gubernur meminta untuk mendampingi dalam proses penyidikan.

Siap Membantu Kejagung

Di tempat yang sama, Asisten pidana khusus (Aspidus) Kejati Kalsel Erwindu usai menghadiri Musrenbangda mengatakan secara struktural siap membantu Kejagung untuk menyelesaikan kasus tersebut di daerah.

Sayangnya, sampai saat ini pihak Kejati Kalsel juga belum mendapatkan tembusan mengenai kasus yang dialami Gubernur Rudy Ariffin tersebut.

“Apapun isi putusan Kejagung kami siap membantu, dalam menyelesaikan kasus itu, katanya.

Bahkan dirinya mengetahui status Rudy Ariffin sebagai tersangka setelah membaca berita di koran-koran lokal. Karena secara resmi, Kejagung belum melayangkan surat pemberitahuan tersebut.

Biasanya, setiap ada pemeriksaan pejabat daerah yang dilakukan di Kejagung selalu mendapatkan tembusan. Karena isi tembusan itu, minta bantuan untuk memuluskan upaya hukum yang prosesnya sedang berjalan tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s