Warga Pendatang di Kalsel Didata Ulang

Posted: January 18, 2011 in Sosial

– Antisipasi peristiwa Tarakan

BANJARMASIN-Haji Bandu dikejutkan dengan kedatangan petugas Kepolisian berseragam lengkap di rumahnya di Jalan Jafri Zam-zam. Jajaran korp seragam coklat-coklat itu, melontarkan sejumlah pertanyaan tentang jumlah anggota keluarga pria berdarah Makasar itu.

Selain itu, petugas juga memberikan pengarahan dan himbauan agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan peristiwa bentrok yang ada di Tarakan Kalimantan Timur itu.

“Selain tanya anggota keluarga, juga memberitahu agar tidak terbawa emosi dan ikut-ikutan seperti di daerah lain,” katanya singkat.

Ya, dia salah satu dari beberapa warga pendatang yang ada di banua, Kamis (30/9) kemarin didata petugas Kepolisian. Begitu juga warga asli Kalimantan Selatan, juga didata ulang.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi peristiwa di Tarakan kaltim agar tidak merembet ke banua ini, yang memiliki penduduk sangat heterogen tersebut.

Menurut Kepala Kesbangpolinmas Kalsel, Fakhrudin AM, pendataan itu sengaja dilakukan untuk mengetahui secara pasti jumlah warga pendatang tersebut. Selain itu juga untuk memberitahu agar tidak terpancing dengan kejadian yang ada di provinsi tetangga.

“Untuk kepentingan keamanan saja, karena penduduk Kalsel ini snagat heterogen dan beragam suku,” katanya saat ditemui di sela-sela Musrenbangda.

Selain pendataan, pihaknya juga melakukan pertemuan dengan ikatan kerukunan antar suku beragama (IKASDA). Karena para tokoh-tokoh lintas agama dan suku yang jumlahnya 22 itu, tergabung dalam forum tersebut.

Dengan pertemuan itu, diharapkan para tokoh tersebut bisa memberikan wejangan atau pencerahan kepada umat dan warganya agar tidak terprovokasi dengan kejadian di Tarakan tersebut.

“Dengan pendekatan tersebut lebih efektif. Karena para tokoh yang tergabung dalam forum itu, akan memberikan pengarahan kepada warganya masing-masing,” tandasnya.

Termasuk kerja cepat petugas Kepolisian untuk melakukan upaya pencegahan, dengan mengirimkan personil ke daerah perbatasan. Diharapkan tidak ada eksodus maupun warga yang keluar daerah yang konflik tersebut.

Ditanya jika ada pengungsian ke Kalsel, menurutnya siap saja menerima. Namun pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan penempatan.***

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s