130 Pulau di Kalsel Belum Bernama

Posted: January 27, 2011 in Berita

BANJARMASIN-Sekitar 130 pulau-pulau kecil yang ada di wilayah Kalimantan Selatan belum memiliki nama dan belum mendapatkan pengakuan di kementrian dalam negeri. Sehingga, keberadaan pulau tersebut rawan diakui provinsi lain.

Hal itu diungkapkan Kapala seksi tapal batas Tapem pemprov Kalsel, Musridyansyah. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan ulang keberadaan pulau-pulau tersebut, sebelum diajukan ke Mendagri untuk mendapatkan pengesahan.

“Kami bersama tim sedang melakukan pengecekan ulang untuk pendataan. Karena akan kami daftarkan ke Mendagri, biar lebih aman keberadaan pulau itu,” terangnya.

Nama-nama pulau tersebut juga masih tradisional. Karena sesuai penyebut oleh masyarakat setempat, yang sifatnya sudah tuun temurun. Sehingga banyak yang belum diketahui dalam peta.

Oleh karena itu, untuk menguatkan keberadaan pulau tersebut pihaknya akan mendaftarkan ke pemerintah pusat meskipun pulau itu tetap menggunakan nama-nama tradisional atau masyarakat setempat.

“Ya seperti pulau kambang, pulau kaget dan sebagianya. Jadi di Depdagri sana ya tidak tahu nama pulau itu. Makanya perlu didaftarkan biar lebih aman,” tegasnya.

Sayangnya dia tidak menyebut secara rinci keberadaan pulau tersebut. Namun, pulau tersebut tersebar di beberapa daerah di Kalsel khususnya yang memiliki laut dan beratasan dengan daerah maupun provinsi lain.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan proses pendaftaran pulau-pulau tersebut merupakan salah satu agenda dalam kepemimpinannya kali ini. Termasuk masalah tapal batas antara kabupaten satu dengan yang lainnya.

“Makanya tim dari Tapem sedang mendata ulang pulau-pulau itu sebelum diserahkan doukemnya ke Mendagri. Biar saat penetapan annti tidak ada masalah,” ujarnya.

Menurut Rudy, proses pemberian nama pulau itu tidak serumit dibandingkan penentuan tapal batas. Baik yang menyangkut antar provinsi maupun antar kabupaten dan kota.

Apalagi, imbuh Rudy, letak gegrafis Kalimantan Selatan ini dipastikan tidak ada pulau yang terluar yang menjadi perbatasan dengan negara maupun provinsi lain. Sehingga prosesnya tidak sampai alot dan memerlukan wkatu yang panjang.

“Pulau-pulau kita ini hanya berada di dalam, jadi ya tidak rumit. Mungkin lebih rumit menentukan tapal batas antar kabupaten,” cetusnya sambil tertawa.

Keberadaan pulau tersebut adalah aset baik yang dimiliki pemerintah provinsi maupun kabupaten. Selain untuk menjadi mata pencaharian seperti mencari ikan, beberapa pulau yang ada di wilayah Kalsel ini mengadung potensi sumber daya alam yang cukup besar.

Sehingga, dengan pendaftaran tersebut semakin mudah untuk melakukan perlindungan dari ancaman pencaplokan dari daerah tetangga.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s