Air Kalsel Terkotor se-Indonesia

Posted: January 27, 2011 in Sosial

– Tingkat pencemarannya tinggi

– Biaya penetralan air baku mahal

BANJARMASIN-Kabar yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan penilaian kementrian lingkungan hidup (Kemen LH), kondisi air di Kalimantan Selatan terjelek seluruh Indonesia. Karena banyak logam berat seperti besi, air raksa bercampur dalam air sungai yang menjadi penyangga hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala BLHD Kalsel dalam seminar tentang lingkungan hidup yang digelar di Graha Abdi Persada pemprov Kalsel, Selasa (3/8) kemarin yang diikuti BP DAS dan Perpamsi Kalsel. Dari pengujian yang dilakukan Keneg LH tersebut, nilai air baku yang ada di Kalsel hanya mendaatkan nilai 8,4 saja.

“Itu nilai yang paling rendah diantara daerah lain di Indonesia. Artinya air baku di Kalsel ini sangat kotor,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari 11 air sungai yang diambil sampelnya tersebut seperti di Sungai Barito, Sungai Martapura, Sungai Tapin, Sungai amandit hingga Sungai Danau semuanya sudah tercemar logam berat.

Diprediksi, logam berat tersebut berasal dari pembuangan limbah pertambangan batu bara maupun emas serta intan yang tersebr di beberapa daerah di Kalsel.

Apalagi, air sungai tersebut menjadi bahan baku PDAM untuk memenuhi keperluan masyarakat. Tak heran, untuk melakukan penetralan zat-zat kimia tersebut memerlukan biaya cukup tinggi.

“Padahal air sungai yang ada ini menjadi bahan baku PDAM yang kita minum dan untuk mandi setiap hari meskipun telah dinetralkan,” tukasnya.

Hal itu diakui Ketua DPD Perpamsi Kalsel, Rahmatullah. Pria yang juga sebagai Direktur Umum PDAM Banjarmasin yang turut menjadi nara sumber mengakui hal itu. Menurutnya, biaya penetralan air baku PDAM tersebut sangat mahal. Bahkan semakin tahun terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data pengadaan air baku PDAM Banjarmasin tahun 2006 sebesar Rp 16 Miliar. Jumlah tersebut terus meningkat hingga tahun 2009 sebesar Rp 42 Miliar.

“Memang benar, makanya biaya pengadaan air baku di PDAM sangat tinggi. Dengan harapan setelah diberi zat penetral biar aman saat dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Apalagi, imbuh dia, setiap jam kondisi air baku PDAM tersebut terus diawasi petugas laboratorium. Sehingga kelihatan jika terjadi perubahan komposisi zat, khususnya yang membahayakan pelanggan.

Lahan Kritis

Sementara itu menurut Kasi evaluasi BP DAS Barito, Ramliyadhi setiap tahun lahan kritsi di Kalsel terus bertambah rata-rata seluas 10 ribu hektar. Sehingga lam kurun waktu 7 tahun ini, areal kritis mencapai 70 ribu hektar.

Luasnya keberadaan lahan kritis tersebut, menambah parah pencemaran air sungai. Apalagi jika musim hujan, kikisan tanah tersebut larut terbawa air ke sungai.

“Padahal dalam tanah itu banyak partikelnya. Apalagi jika dekat pertambangan, otomatis banyak zat-zat kimia yang terkandung dalam tanah itu,” terangnya.

Oleh karena itu diharapkan masyarakat semakin peduli dengan melakukan penanaman pohon. Agar lahan kritis tersebut bisa berkurang dan pencemaran sungai bisa diselesaikan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s