Cendana Bakal Tinggal Kenangan

Posted: January 27, 2011 in Berita

– Hari ini 34 warung dibongkar

BANJARMASIN-Senin (2/8) hari ini, dipastikan kawasan Jalan Cendana bakal bersih. Sebanyak 34 warung nasi dan sejumlah kios lainnya, akan dibongkar paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Banjarmasin jika pemiliknya enggan membongkarnya.

Penertiban kawasan tersebut, bakal mengakhiri cerita warung legendaris itu. Karena warung yang berjajar di pinggir Jalan Cendana sepanjang 100 meter itu sangat akrab di kalangan masyarakat.

Terlebih di kalangan mahasiswa. Warung tersebut selalu menjadi target utama para kaum intelektual di Banjarmasin. Selain lokasinya dekat dengan kampus, harga makanan di kawasan itu juga sangat terjangkau.

“Masakannya relatif enak, dan yang penting harganya sangat cocok untuk ukuran kantong anak kost,” ujar Nadia, salah satu mahasiswi.

Dari pantauan BPost, Minggu (1/8) kemarin mayoritas warung tersebut sudah tidak berjualan. Hanya sekitar 3 warung yang tetap menjalankan aktifitasnya, untuk memenuhi keperluan masyarakat dan mahasiswa.

Meski tetap berjualan, namun kondisinya sangat sepi. Selama satu jam BPost berada di kaasan itu, tak seorangpun datang untuk membeli makanan yang dijajakan para pedagang.

Pemandangan tersebut berbeda dengan waktu sebelumnya, yang tidak pernah mengenal sepi. Baik hari biasa maupun hari libur, kawasan itu tetap padat dan ramai dikunjungi warga yang ingin membeli makanan.

“Mungkin karena kabar dibongkar itu, sejak beberapa minggu lalu sudah sepipembeli,” kata Ayu, seorang pemilik warung.

Ditanya soal dirinya yang tetap aktifitas, dengan ringan dia menuturkan jika batas akhir pembongkaran semua warung tersebut pada Senin (2/8) hari ini.

Dengan alasan memanfaatkan wkatu yang tersisa, dia yang hampir 10 tahun berjualan makanan di tempat itu tetap melaksanakan aktifitasnya sehari-hari.

“Pengumumannya kan besok (hari ini,Red) dibongkarnya. Ya siapa tau ada yang beli, makanya saya tetap jualan,” terangnya.

Wali kota Banjarmasin Yudhi Wahyuni enggan berkomentar panjang soal rencana pembongkaran warung tersebut. Menurutnya, semua rencana itu sudah melalui mekanisme seperti pemberitahuan dan keberadaan warung tersebut juga menyalahi aturan.

“Ya lihat saja besok, bagaimana keadaannya. Kan semuanya sudah jelas,” katanya singkat.

Tetap Dibongkar

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin Nazamudin berjanji tetap bakal melakukan ‘eksekusi’ terhadap puluhan warung tersebut. Karena sesuai surat keputusan wali kota Banjarmasin, Senin (2/8) hari ini merupakan batas akhir pembongkaran.

Apalagi, lanjut dia, pihak pemko Banjarmasin sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk melakukan pembongkaran. Saat menjelang dilakukan pembongkaran, pedagang minta penundaan hingga akhir Juli ini.

“Selain SK wali kota, batas akhir Juli ini kan permintaan para pedagang,” tegasnya.

Sekedar mengingat, sesuai dokumen berupa akta notaris Henny Rupiyanti tertanggal 5 Oktober 2002 para pedagang sepakat membuat akta yang salah satu klausulnya menyebutkan siap pindah jika kawasan itu diminta pemerintah.

Namun tahun 2004 lalu, saat pemprov Kalsel melayangkan surat agar pemko Banjarmasin menertibkan kawasan itu, para pedagang minta toleransi waktu dengan alasan belum memiliki tempat usaha yang baru.

Akhirnya, tuntutan untuk pembongkaran muncul kembali. Karena pengelola taman budaya mengeluahkan keberadaan warung tersebut. Selain sedikit menyerobot lahan milik pemprov juga aroma tak sedap, bekas air buangan yang selalu menyeruak hidung.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s