Hatta Curigai Malaysia Rambah Hutan Kalbar

Posted: January 27, 2011 in Berita

– Perusahaan masih diburu

BANJARMASIN-Menteri negara lingkungan hidup (Meneg LH) Gusti Mohammad Hatta mencurigai, salah satu perusahaan Malaysia yang melakukan perambahan hutan di perbatasan Kalbar dengan negeri Jiran tersebut.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil sidak dan pemantauan udara yang dilakukannya sekitar 3 bulan lalu. Mantan pembantu rektor Unlam Banjarmasin tercengang, ketika melihat jalan yang berkelok-kelok di tengah hutan yang berstatus hutan lindung tersebut.

“Kami juga heran, kenapa hutan lindung kok ada aktifitas penebangan. Informasi yang kami peroleh, penebangan itu dilakukan perusahaan Malaysia,” katanya usai menjadi keynote speech sosialisasi UU 32 tahun 2009 di Hotel Arum Kalimantan, Rabu (25/9).

Sayangnya, dia tidak mau menyebut perusahaan yang dimaksud. Karena data detail tentang perusahaan tersebut, sedang diburu jajaran kementrian kehutanan.

Bahkan, Hatta juga menduga kerusakan hutan di beberapa daerah perbatasan khususnya di wilayah Kaltim dan Kalbar tersebut, dilakukan perusahaan asing dari negara tetangga.

Disinggung adanya keterlibatan oknum aparat yang berada di wilayah perbatasan, Hatta menjawabnya diplomatis. Menurutnya, jika tidak ada izin masuk dari petugas, maka perusahaan tersebut tidak bisa masuk ke wilayah tersebut.

“Logikanya, mana mungkin perusahaan asing bisa masuk kalau tidak ada izin dari petugas,” cetusnya.

Sementara itu, Deputi V bidang penaatan Kemeneg LH, Ilyas Asad menambahkan, perambahan hutan di Kalbar dan beberapa daerah perbatasan dilakukan perusahaan berskala besar.

Karena, jalan yang dibuat di dalam hutan tersebut jaraknya sangat jauh. Sehingga, tidak mungkin jalur tersebut dibuat dengan alat manual yang dimiliki masyarakat sekitar.

“Jalannya saja panjang, puluhan bahkan hingga ratusan kilometer di dalam hutan menuju pantai. Kalau orang kampung seperti tidak mungkin,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, pohon yang dilakukan penebangan jumlahnya juga banyak. Hal itu semakin menguatkan, perambahan hutan tersebut dilakukan perusahaan berskala besar.

“Kalau masyarakat sekitar paling nebangnya tiga pohon saja, dan tidak mungkin membuat jalan yang cukup bagus di tengah hutan,” paparnya.

Untuk menyikapi persoalan tersebut, jajaran kementrian LH terus berkordinasi dengan pihak kementrian kehutanan untuk terus memburu perusahaan yang telah melakukan pembalakan tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s