Nasib Pedagang Eks Cendana Pasca Penertiban

Posted: January 27, 2011 in Berita

– Sehari tak ada pembeli

BANJARMASIN-Wajah acil Masriah (40) terlihat murung. Sorot kedua mata tertuju pada aneka masakan yang ditaruh di etalasae atas meja di warung barunya itu.

Sesekali, ibu empat anak itu terlihat mondar-mandir untuk mengusir rasa jenuh yang terus mengelayutinya. Meski sepi pembeli, dia tetap  setia menunggu warung barunya yang berjarak 50 meter dari bekas tempat jualannya yang menjadi sasaran penertiban Satpol PP.

“Ini hari pertama mas mulai jualan disini. Dari pada tidak tenang, ya terpaksa minggir kesini saja,” katanya saat menyambut kedatangan BPost, Selasa (3/8) kemarin.

Hari pertama berjualan di lokasi yang baru bagi sejumlah pedagan eks Cendana, memang terasa sepi dibandingkan warung yang sudah puluhan tahun menjadi tumpuan hidup keluarga mereka.

Hampir dua jam BPost berada di warung tersebut, tak seorang pun warga yang datang untuk membeli masakan yang dipajang di etalase tersebut. Meskipun di salah satu sudut dinding warung tersebut, ada secarik kertas bertuliskan pindahan dari Cendana.

Mayoritas menu yang tersaji di warung tersebut, hanya sebagian yang berkurang. Sisanya masih terlihat belum tersentuh sedikitpun, karena tidak terlihat tanda-tanda diambil.

“Sejak buka jam 7 tadi, masih dua orang saja yang beli ayam disini mas. Beda dengan warung yang dulu,” kenang Masriah.

Selain masih sunyi, sebagian pedagang yang warungnya dibongkar petugas Satpol PP memilih istirahat. Selain belum memiliki lokasi jualan, juga untuk menenangkan diri setelah beberapa hari bersitegang dengan petugas.

“Bagaimana bisa jualan, kami belum dapat tempat lagi. Jadi ya terpaksa santai dulu di rumah,” cetus salah seorang pedagang.

Dari pantauan BPost, para pedagang eks Cendana itu berjualan di lokasi yang berbeda. Ada yang mendapatkan lokasi di bagian ujung kawasan bekas warungnya itu.

Namun sejumlah pedagang juga ada yang mendapatkan kios di kawasan jalan Cemara. Warung mereka seperti yang dibongkar petugas kemarin, dan diberi pengumuman pindahan dari Cendana.

Pengumuman tersebut untuk menjaga kesinambungan para pelanggan yang selama ini membeli masakannya. Baik para mahasiswa aupun sejumlah warga yang sudah terbiasa dengan menu sajiannya.

“Semoga para pelanggan tahu dan mau membeli makan kesini lagi. Karena sebelum dibongkar sudah diberitahu kalau pindah ke tempat ini,” terang Andi, pedagang kenthucky.

Ditanya apakah bakal minta ktoleransi ke pemerintah lagi, dia hanya geleng-geleng kepala. Menurutnya, upaya tersebut sudah terlambat. Karena warung mereka sudah dibongkar petugas.

Jika permintaan tersebut dikabulkan, dirinya harus mengeluarkan biaya untuk membangun warung kembali. Itupun belum tahu nasibnya sampai kapan.

“Ya disini saja mas, siapa tahu para pelanggan mau datang. Kalau pemerintah menyetujui, otomatis keluar biaya lagi. Takutnya nanti disuruh pindah lagi,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s