Rudy Keluarkan Surat “Penghentian” Izin Tambang

Posted: January 27, 2011 in Berita

– Lingkungan Kalsel peringkat 26

BANJARMASIN-Gubernur Kalsel Rudy Ariffin berjanji bakal menerbitkan surat agar bupati dan wali kota di banua ini, tidak mengeluarkan izin tambang di daerah. Karena, kerusakan lingkungan di Kalsel yang diakibatkan pertambangan cukup parah.

Meski tidak dengan tegas akan menghentikan izin pertambangan baru, namun gubernur yang akan dilantik pekan depan itu hanya mengisyaratkan agar para kepala daerah yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin harus lebih teliti.

“Para bupati agar lebih teliti saja dalam memberikan izin. Jangan mudah seperti saat ini, kalau perlu tidak diberikan karena lingkungan sudah rusak,” katanya saat ditemui di Graha Abdi Persada.

Kerusakan lingkungan di daerah ini yang diduga akibat pertambangan sangat parah. Hal itu ditandai dengan tidak henti-hentinya musibh banjir yang melanda beberapa daerah di Bumi Lambung Mangkurat.

“Kasihan masyarakat. Hujan sebentar saja sudah banjir, kalau kemarau langsung kekeringan. Kan tidak ada enaknya,” cetus Rudy.

Kepala badan lingkungan hidup daerah (BLHD) Kalsel, Rachmadi Kuri menambahkan, rencana penerbitan surat tersebut selain untuk menjaga lingkungan juga menyusul hasil penilaian yang dilakukan kementrian LH yang menempatkan Kalsel berada di uutan 26 dari 28 provinsi.

Hal itu menyangkut kondisi lingkungan maupun air bersih yang ada di banua ini sangat jelek karena hanya mendapatkan nilai 8,4 saja. Artinya sangat tidak layak jika langsung dikonsumsi masyarakat.

“Sangat tragis, Kalsel berada di urutan ketiga nasional. Karena sangat parah rusaknya. Dengan surat edaran itu diharapkan bisa menekan kerusakan itu agar tidak tambah parah,” tandasnya.

Masih menurut Rachmadi, hasil penilaian LH tersebut tingat vegetasi atau penutupan lahan yang dilakukan di Kalsel hanya 39,4 pesen dari luas pertambangan yang ada di daerah ini sebanyak 930.292 hektar.

Hal itu menunjukkan kepedulian para pelaku pertambangan untuk melakukan perbaikan lingkungan masih kurang. Karena banyak luas wilayah yang ada di ini berupa lubang-lubang besar bekas tambang.

“Penilaian LH saja menyebutkan tidak smapai separo yang dikembalikan penutupannya. Sehingga banyak lahan-lahan gundul,” urainya.

Dari luas areal pertambangan tersebut, telah dikapling perusahaan tambang sebanyak 423 perusahaan baik yang berstatus PKP2B, KK maupun KP yang tersebar di separo wilayah Kalsel.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s