Tanda Larangan Gepeng Banyak Hilang

Posted: January 27, 2011 in Berita

BANJARMASIN-Tanda Larangan bagi pengendara memberi uang kepada para pengemis di jalanan, saat ini banyak yang tidak telrihat lagi.

Rambu-rambu yang dipasang di tiang lampu lalulintas, seiring lahirnya peraturan daerah (Perda) nomor 3 tahun 2010 tentang larangan memberi uang kepada pengemis itu, dilepas orang tak bertanggung jawab.

Seperti yang terlihat di tiang lampu lalulintas kawasan Kayutangi, saat ini sudah tidak ada lagi. Begitu juga di perempatan Belitung, lempengan besi yang bergambar tangan memberi dan diberi garis menyilang itu sudah tidak ada.

Termasuk di kawasan Veteran. Hampir sudut lokasi yang menjadi pusat berkumpulnya para Gepeng, tanda larangan memberi sejumlah uang tersebut hilang tanpa diketahui keberadaannya.

Padahal, tanda tersebut sengaja dipasang Dinsos kota Banjarmasin untuk mengingatkan masyarakat agar tidak memberi uang kepada para pengemis di pinggir-pinggir jalan khususnya di setiap lampu lalulintas itu.

Karena, dalam Perda nomor 3 tahun 2010 tersebut, warga yang memberi uang kepada pengemis dikenai denda sebesar Rp 1 juta. Dengan adanya rambu-rambu itu, warga selalu ingat untuk tidak memberi kepada para pengemis yang biasa berkerumun di lampu lalulintas itu.

Sementara itu, Kepala dinas sosial dan tenaga kerja kota Banjarmasin, Syamsul Rizal saat dihubungi BPost mengakui jika tanda yang dipasang jajarannya itu sudah banyak yang hilang.

Bahkan dirinya saat ini berpikir untuk membuat tanda baru yang lebih aman, dari tangan jahil yang menghilangkan tanda tersebut untuk melakukan pelanggaran.

“Rambu-rambu itu umurnya tidak sampai satu minggu. Setelah dipasang sudah banyak yang hilang,” katanya.

Padahal, imbuh dia, pemasangan tanda tersebut untuk mengingatkan. Karena selama warga masih memberikan uang kepada pengemis di jalan-jalan, maka untuk melakukan penertiban para pengemis dari kota Banjarmasin ini sangat sulit.

Dirinya berharap kepada masyarakat yang ingin bersedekah agar disalurkan ke lembaga-lembaga yang sudah diakui seperti BAZIS. Karena arang atau uang yang terkumpul pastyi disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

“Perda itu bukan melarang kita sedekah, tapi mengajak untuk disiplin dan menyalurkan kepada yang lebih berhak agar tepat sasaran. Terbukti, beberapa kali petugas menangkap orang yang menyuruh mengemis,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s