Tronton Dilarang Lewat Saat Mudik

Posted: January 27, 2011 in Berita

– Mulai H-7 hingga H+7 lebaran

BANJARMASIN-Sopir tronton dan truk pengangkut alat berat akan dilarang melintas di jalan protokol yang menjadi jalur utama arus mudik masyarakat. Larangan melintas tersebut bakal dimulai H-7 hingga H+7 lebaran.

Larangan tersebut dilakukan, karena ukuran truk tersebut sangat besar dan panjang. Jika tetap beroperasi, dipastikan akan menganggu arus lalulintas seperti kemacetan dan rawan kecelakaan.

“Kami berharap ada larangan tronton maupun truk pengangkut alat berat untuk diliburkan selama arus mudik, karena rawan menimbulkan kemacetan dan kecelakaan,” pinta Kadishub Tanahbumbu, Said Ahmad saat rapat kordinasi menjelang lebaran di aula Haram Manyarah.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selama ini khususnya truk pengangkut alat berat tersebut berasal dari Banjarmasin menuju kota Tanah Laut (Tala) hingga Tanahbumbu dan Kotabaru. Sedangkan ruas jalan di tiga kabupaten tersebut sangat sempit.

Sehingga dipastikan bakal terjadi kemacetan yang cukup panjang. Sebab kendaraan biasa jika ingin mendahulu sangat kesulitan, mengingat panjangnya ukuran truk tersebut dan jalan yang sempit.

“Kalau truk itu yang lewat habis badan jalan kami. Kasihan warga yang mudik menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun kendaraan,” tukasnya.

Pelaksana harian (Plh) Kadishub Kalsel Ramonsyah mengatakan, larangan tersebut perlu dikordinasikan dengan jajaran Kepolisian. Karena selama ini, setiap tronton maupun truk pengangkut alat berat yang melintas tersebut selalu mendapatkan pengawalan petugas.

Meski begitu, seperti tahun-tahun sebelumnya setiap menjelang arus mudik dan balika untuk angkutan besar seperti tronton pengangkut kontainer maupun alat berat untuk sementara dilarang melintas.

“Biasanya mereka juga libur saat lebaran. Tapi akan kita kordinasikan dengan Kepolisian, biar tidak mengganggu arus mudik dan balik,” terangnya.

Ramonsyah mengakui jika tidak larangan sementara, maka akan sangat mengganggu. Karena jumlah tronton maupun truk pengangkut alat berat tersebut jumlahnya cukup banyak.

Parahnya lagi, kawasan yang menjadi sasaran operasional truk-truk tersebut di wilayah yang menjadi jalur utama arus mudik masyarakat. Baik untuk jurusan hulu sungai maupun Tanahbumbu hingga kotabaru yang merupakan daerah pertambangan.

Sementara itu, menurut Ardiansyah (36) salah seorang sopir tronton yang ditemui di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mengatakan, biasanya dirinya libur selama 3 hari saja. Yakni waktu pelaksanaan Idul Fitri hingga lebaran tiga hari.

“Biasanya kami liburnya ya pas tanggal merah itu saja. Karena setelah itu kantor juga masuk otomatis harus ngantar barang dari pelabuhan ke pasar maupun toko sesuai pesanan,” ujarnya.

Meksi begitu, dirinya juga akan mengikuti peraturan baik dari pemeritah dan Kepolisian. Jika dilarang lewat saat arus mudik dan balik, dirinya juga akan mentaatinya.

Selama ini dirinya juga tergantung orderan. Jika ada pengusaha yang memerlukan jasanya untuk mengantar barang tersebut, maka dirinya kordinasi dengan petugas Kepolisian yang akan melakukan pengawalan.

“Meski ada permintaan pengangkutan kalau tidak ada izin dari Polisi ya tidak berani,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s