24 Kawasan Kumuh Belum Tersentuh

Posted: January 30, 2011 in Berita

BANJARMASIN-Kumpulan sampah rumah tangga yang mengapung di sungai Kelayan A mewarnai aliran sungai. Air sungai yang warnanya hitam pekat, terus mengeluarkan aroma tak sedap yang selalu menyeruak hidung.

Hinggar bingar dan jeritan anak-anak kecil, terdengar bersahutan dari balik rumah bedakan yang berjejal di sepanjang kawasan tersebut. Beberapa anak bermain sepak bola di jalan sempit yang menjadi akses utama warga yan tinggal di kawasan itu.

Ya, itulah suasana salah satu dari 24 kawasan padat penduduk yang tersebar di lima kecamatan di wilayah kota Banjarmasin. Kawasan tersebut, selalu identik dengan kawasan kumuh.

Apalagi, penduduknya banyak memanfaatkan fasilitas umum seperti wc, air bersih umum untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Tidak jarang menggunakan aliran sungai tersebut, baik untuk mandi maupun mencuci.

“Kalau pas airnya tidak ada yang terpaksa mandi di sungai sini, karena tidak mungkin lagi membuat sumur sendiri karena tempatnya yang tidak ada,” tukas salah seorang warga.

Kawasan kumuh tersebut, selalu mewarnai kota-kota besar. Termasuk di kota Banjarmasin, yang memiliki luas wilayah 97 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 700 ribu jiwa itu.

Hal itu memerlukan penangan serius, untuk melepaskan status kumuh tersebut melalui berbagai perencanaan pengembangan pembangunan. Seperti penataan perumahan rakyat maupun infrastruktur lainnya seperti jalan.

“Soal kawasan kumuh dan padat penduduk tetap menjadi pekerjaan pemko Banjarmasin, mengingat jumlahnya yang cukup banyak itu,” kata Kepala dinas pekerjaan umum (PU) kota Banjarmasin, Fajar Desira akhir pekan tadi.

Disinggung prestasi yang berhasil diraih pemko terhadap pengentasan masyarakat kumuh, menurutnya, itu sebagai awal dari niat pemko yang memiliki rencana penataan kawasan tersebut.

Seperti pembangunan rumah susun sederhana (Rusunawa) yang terus dilakukan pemko di kawasan Mantuil tersebut. Kebijakan tersebut, sebagai tahapan untuk mengurangi angka kawasan kumuh dan padat penduduk.

“Itu penghargaan pusat dari upaya pemko untuk menuntaskan kawasan kumuh itu, meskipun sampai saat ini masih ada 24 kawasan yang harus ditata,” tandasnya.

Selain di kawasan Kelayan, beberapa daerah yang padat penduduk juga terjadi di wilayah Basirih, sebagian wilayah Teluk Tiram, Pelambuhan dan beberapa daerah lainnya.

Hal senada dikatakan kepala dinas tata kota Banjarmasin, Hamdi. Pihaknya terus mengupayakan pembangunan rumah susun tersebut, selain untuk membantu warga yang tidak memiliki tempat tinggal, juga untuk menangani kepadatan rumah.

“Kelemahannya di Banjarmasin ini sudah keterbatasan lahan yang bisa diusulkan untuk pembangunan Rusunawa. Padahal, masih perlu sekitar 3 Rusunawa lagi untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan tempat tinggal,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s