BPK Temukan Rekening “Liar” Pemprov

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Mengganjal target wajar tanpa pengecualian

BANJARMASIN, BPOST-Sejumlah rekening ‘liar’ di pemprov Kalsel berhasil terdeteksi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) yang melakukan audit penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kalsel tahun 2009.

Hasil audit BPK itu disampaikan dalam rapat paripurna terbuka di Gedung DPRD Kalsel oleh Direktorat utama pembinaan dan pengembangan hukum keuangan negara BPK RI, Hendar Ristriawan, Senin (5/7). Menurutnya, sejumlah rekening tersebut padahal sudah tidak berguna karena di dalamnya hanya nol rupiah.

“Rekening itu sudah tidak digunakan lagi, seperti rekening proyek yang sudah tidak digunakan lagi. Tapi tidak ditutup oleh pemprov,” terangnya.

Selain itu, ada rekening yang nilainya agak besar. Yakni rekening penggalangan dana bantuan bencana alam yang dananya sekitar Rp 230 juta.

Tapi yang lebih banyak adalah rekening-rekening yang saldonya sudah nol, karena sudah tidak difungsikan lagi. Seharusnya, jika rekening tersebut tidak berfungsi harus secepatnya ditutup.

Itulah yang menyebabkan kualifikasi terhadap hasil audit APBD Kalsel tahun 2009, yang mendapatkan opini wajar dengan pengecualian alias posisi kedua setelah wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Kalau jumlahnya agak banyak. Tapi sesuai aturan jika tidak digunakan harusnya ditutup, lagi pula posisi rekening tersebut di luar kas daerah,” terangnya.

Selain menemukan rekening kadaluarsa, auditor juga menemukan penggunaan anggaran yang melebihi dari volume pekerjaan. Seperti pada pos anggaran peningkatan mutu di Diknas Kalsel yang bekerjasama dengan Unlam dan IKIP yang besarnya Rp 1,7 Miliar, meskipun dananya sudah dikembalikan.

Kemudian penggunaan belanja di lingkungan RSUD Ulin Banjarmasin yang lebih besar. Hal itu menunjukkan sistem administrasi yang dilakukan bendaharawan masih perlu peningkatan.

“Sistem administrasinya harus ditingkatkan, meskipun bukan termasuk pelanggaran pidana,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Hendar, pihaknya memberikan tenggang waktu selama 60 hari kepada pemprov Kalsel untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah temuan tersebut.

 

Sementara itu, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, adanya temuan sejumlah rekening tersebut merupakan rekening peninggalan sejumlah kantor wilayah (Kanwil) yang saat ii sudah melebur. Baik kembali ke pusat maupun berubah nama menjadi kementrian.

Dia mengakui tidak bisa melakukan penutupan rekening tersebut, karena nama yang digunakan masih berupa Kanwil. Karena yang bisa melakukan penutupan rekening tersebut adalah pejabat yang bersangkutan.

“Kami sudah berkali-kali menyurati agar rekening itu dittup saja, namun tidak ditanggapi. Kalau kami yang usul agar ditutup ya tidak bisa,” paparnya.

Begitu juga saran untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) sudah dilakukan pemprov Kalsel. Selain mendalami ilmu tentang akutansi di sejumlah perguruan tinggi seperti Unlam, UGM maupun Unhas.

Bagi dia, kualifikasi yang diraih pemprov Kalsel dari audit tersebut cukup bagus. Karena opini tersebut merupakan posisi kedua dalam audit BPK, seperti wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar dan discleamer.

Rapatkan Barisan

Sementara itu, Kepala biro keuangan pemprov Kalsel Gustafa Yandi yang ditemui usai mengikuti rapat paripurna mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan sejumlah satuan kepala dinas untuk melakukan perbaikan.

Dengan harapan, batas waktu 60 hariyang diberikan BPK tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena jika dalam baas waktu tersebut tidak bisa memperbaiki rekomendasi BPK, maka akan dikenai sanksi.

“Kalau sifatnya administrasi berupa sanksi kepegawaian oleh gubernur. Tapi kalau sudah masuk ranah hukum, maka aparat penegak hukum yang akan menindaklanjuti,” terangnya.

Meski begitu dirinya optimis untuk melakukan perbaikan tersebut seperti rekomendasi BPK. Karena data dukung yang dimiliki masing-masing satuan kepala dinas cukup kuat.

Termasuk keberadaan rekening tersebut, pihaknya akan kembali melayangkan surat kepada Kanwil agar segera melakukan penutupan rekening. Dengan harapan tidak menjadi sandungan dalam melakukan perbaikan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s