Ditilang Tidak Mempan

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Sopir batu bara tetap bandel

BANJARMASIN-Sanksi tilang yang dijatuhkan kepada para sopir angkutan tambang maupun perkebunan yang melanggar Perda nomor 3 tahun 2008 tentang jalan khusus angkutan tambang dan kebun, ternyata tidak membuat jera para sopir. Mereka tetap bandel, dengan melanggar kebijakan tersebut.

Hal itu diungkapkan Kabid LLAJ dinas perhubungan (Dishub) Kalsel, Ramonsyah. Menurutnya, meski peraturan tersebut sudah bermur hampir dua tahun, tetap banyak sopir yang melanggar peraturan tersebut dengan melintas di jalan umum untuk mengangkut hasil tambang maupun perkebunan.

“Kami juga bingung. Mulai tilang sampai truknya ditahan ternyata tidak membuat jera para sopir. Mereka tetap bandel dan melanggar Perda itu,” katanya.

Adapun daerah yang masih tinggi tingkat pelanggarannya, masih di wilayah Tanah Laut (Tala), kabupaten Tanahbumbu dan Kotabaru. Meskipun, secara berangsur jumlah pelanggaran tersebut sedikit berkurang.

Sayangnya, Ramonsyah tidak menunjukkan jumlah kendaraan yang berhasil dikenai sanksi karena melakukan pelanggaran. Namun, sudah mengalami penurunan meskipun masih sedikit.

“Yang jelas sudah berkurang, tapi pelanggaran masih ada saja dilakukan sopir,” tegasnya.

Disinggung apakah bakal menambah sanksi bagi pelanggar, Ramonsyah masih pikir-pikir. Karena hal itu perlu kordinasi dengan aparat terkait, seperti Kepolisian maupun pengadilan yang menyidangkan pelanggaran itu.

Karena sanksi yang dijatuhkan selama ini, mengacu pada Perda nomor 3 tahun 2008. Selain denda sebesar Rp 1 juta, bagi sopir yang melanggar bisa divonis hukuman kurangan.

“Dasar pemberian sanksi kan Perda itu. Kalau dinaikkan ya tergantung putusan pengadilan yang menyidangkan kasus itu,” cetusnya.

Sementara itu, Perda jalan khusus angkutan tambang dan perkebunan tersebut dilahirkan untuk mengakomodir keresahan masyarakat. Lantaran selama ini angkutan tambang khususnya batu bara maupn perkebunan seperti sawit, menggunakan jalan umum.

Sehingga, antara masyarakat dan ratusan armada pengangkutan emas hitam itu saling berjejal memenuhi jalan umum. Tak ayal, setiap sore selalu menjadi pemicu kemacetan arus lalulintas.

Selain itu, tingkat kecelakaan juga meningkat. Karena antara pengendara maupun angkutan tambang, sama-sama menggunakan jalan tersebut untuk aktifitas sehari-hari.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s