Izin Pertambangan Bakal Diperketat

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Tambang yang beroperasi akan diaudit

BANJARMASIN-Meski belum berani menghentikan izin pertambangan baru, pemprov Kalimantan Selatan mulai menunjukan keseriusannya soal pertambangan. Mulai saat ini, izin-izin baru pertambangan akan diperketat khususnya terhadap dampak lingkungan hidup.

Sehingga para pengusaha emas hitam itu tidak bisa seenaknya sendiri mngantongi izin eksplorasi maupun eksploitasi. Karena untuk sampai terbitnya izin tersebut, melalui proses dan pengawasan yang ketat.

Hal itu dikatakan gubernur Kalsel, Rudy Ariffin. Pengetatan izin baru tersebut, untuk mencegah lebih luasnya persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi akibat pertambangan yang ada di banua ini.

“Kalau menghentikan yang tidak memungkinkan, makanya kita akan memperketat perizinan saja. Artinya, tidak bisa seenaknya sendiri,” katanya.

Selama ini, dia menilai penerbitan izin pertambangan khususnya kuasa pertambangan (KP) yang dikeluarkan pemerintah kabupaten maupun kota agak ringan. Karena, tidak terlalu banyak prosedur yang harus dipenuhi penambang.

Selain itu, pengawasan juga belum berjalan maksimal. Sehingga, adakalanya penambang yang mengabaikan faktor lingkungan hidup demi mengejar keuntungan semata.

“Selama ini izinnya kan hanya sampai di pemkab saja. Makanya provinsi terkadang tidak mengetahui izin pertambangan yang ada, karena tidak ada kordinasi antara pemkab dengan pemprov,” tukasnya.

Selain bakal memperketat izin baru, Rudy juga bakal melakukan audit seluruh pertambangan yang ada di banua ini. Khususnya izin dampak lingkungan (Amdal), yang dimiliki perusahaan tersebut.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang diakibatkan pertambangan itu lantaran mengebaikan sistem lingkungan hidup. Sehingga banyak kerusakan, seperti tanah longsor maupun banjir.

 

“Kalau petunjuknya sudah bagus, cuma pelakunya yang sering mengabaikan persoalan lingkungan. Makanya kita audit lagi sistem pertambangan yang ada ini,” tandasnya.

Bahkan jika terbukti menyalahi aturan, imbuh Rudy, pihaknya bakal merekomendasikan agar izin tersebut dicabut. Bahkan tidak menutup kemungkinan bakal dikenai sanksi sesuai aturan perundang-undangan.

Sementara itu, menurut kepala BLHD Kalsel Rakhmadi Kurdi, salah satu upaya untuk menekan kerusakan lingkungan dengan cara mengkaji lagi sistem dampak lingkungan yang telah dilakukan perusahaan tambang tersebut

“Itu salah satu upayanya. Karena selama ini Amdal itu dilakukan masing-masing daerah dan ternyata masih tetap terjadi kerusakan. Makanya harus diuji lagi, apa sudah benar atau belum,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan uji petik yang dilakukan jajarannya tahun 2010 ini sebanyak 60 persen perusahaan tidak punya pengolahan limbah khususnya perusahaan berstatus Kuasa Pertambangan (KP).

“Dari 10 perusahaan yang dijadikan sampel, 60 persen tidak punya tempat pengolahan limbah yang menjadi persyaratan perusahaan tambang,” katanya.

Tak heran, jika terjadi banjir maka limbah tambang tersebut langsung meluber ke kawasan sekitar dan menimbulkan pencemaran lingkungan sekitar. Termasuk sebagian mengelai ke sungai-sungai, yang bagian bantarannya dimanfaatkan masyarakat untuk perikanan.

Selain itu, juga banyak perusahaan tambang yang tidak membuat titik penaatan maupun sumur pantau untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran di sekitar areal tambang.

Berdasarkan catatan BLHD Kalsel, jumlah tambang yang ada di banua ini mencapai 400 buah dan yang masih aktif 336 buah. Dari jumlah tersebut sebanyak 41 tambang berstatus PKP2B yang izinnya diterbitkan pemerintah pusat.

Perusahaan tambang batu bara tersebut, telah mengkapling lahan seluas 1,8 juta hektar atau sekitar sepertiga dari luas wilayah Kalsel yang mencapai 3,7 juta hektar.

Sedangkan yang menjadi kawasan pertambanga yang sudah melakukan eksploitasi seluas 658.742,88 hektar. Jumlah tersebut, belum termasuk areal tambang berstatus KP dan PKP2B seluas 1,8 juta hektar.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s