Jamban Terpanjang Jadi Ancaman

Posted: January 30, 2011 in Berita

Selain kawasan padat dan kumuh, yang masih menjadi pekerjaan serius kota Banjarmasin adalah keberadaan jamban yang menghiasi sepanjang Sungai Martapura maupun anak Sungai Barito.

Tempat buang air besar dan kecil yang bercampur dengan tempat mandi itu, berjajar di sepanjang bantaran sungai tersebut. Seperti yang nampak di kawasan Alalak, Kuin maupun Kelayan.

Selain itu di kawasan Pekapuran. Tempat buang air besar warga berdiri di sepanjang sungai tersebut. Sehingga, sungai itu tidak bisa lagi dilintasi kelotok masyarakat karena dimanfaatkan untuk pembuatan jamban tersebut.

Tak heran,  tingkat pencemaran di dua sugai yang membentang wilayah Banjarmasin itu cukup tinggi. Khususnya bakteri ekolinya, karena pembuangan langsung ke sungai tanpa melalui proses pengolahan.

“Ini ancaman sekaligus tantangan bagi pemerintah dan masyarakat. Jika dibiarkan bisa menjadi jamban terpanjang,” cetus Fajar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemko sedang mengembangkan jamban terapung. Artinya, keberadaan jamban tetap berada di sungai namun kotoran melalui pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai.

Hal itu dilakukan, karena masyarakat terbiasa dengan kebiasaan tersebut yang usdah terun-temurun. Sehingga, jika langsung ganti dikhawatirkan banyak penolakan.

“Masyarakat masih terbiasa dengan pola jamban, kalau dipaksa ganti agak susah. Makanya sedang menyusun jamban terapung yang dilengkapi dengan pengolahan limbah biar tidak menimbulkan pencemaran,” terangnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s