Juru Parkir Ancam Naikan Tarif

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Buntut putusan MA

– Di Banjarmasin ada 297 lokasi parkir

BANJARMASIN-Keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait tanggung jawab yang harus dipikul para tukang parkir, memantik reaksi para juru parkir di banua ini.

Sejumlah tukang parkir yang ditemui BPost di kawasan Pasar Lima Banjarmasin, mengancam bakal menaikan tarif jika tanggungjawab pergantian kehilangan itu mutlak dibebankan para tukang parkir sesuai keputusan MA tersebut.

“Kalau kami disuruh menanggung setiap ada kehilangan disini, ya kami akan demo biar tarif parkir dinaikan,” kata tukang parkir dengan nada tinggi.

Bagi dia, penghasilan dari parkir tersebut hanya cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari. Karena, dia harus menyetor pendapatkan tersebut kepada pengelola.

Karena untuk bisa memiliki areal tersebut, harus melakukan setoran dengan sistem bagi hasil. Sebab pemilik izin lokasi tersebut membayar retribusi kepada pemko Banjarmasin.

“Penghasilan kami hanya Rp 70 ribu per hari, karena hanya penjaga saja. Hasil retribusi ini kami setor kepada bos (pemilik izin) untuk membayar ke pemerintah,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Harmain (40), juru parkir di kawasan Sudimampir. Jika keputusan itu mutlak diberlakukan maka, tidak sebanding dengan ongkos yang dipungut para tukang parkir.

“Ya kurang adil jika harus menanggung semua. Bayar parkir hanya Rp 500 kok harus mengganti kendaraan yang harganya Rp 8 juta,” cetusnya.

Dia mengakui selama ini jika terjadi musibah kehilangan kendaraan ditanggung bersama antara pengelola dengan pemilik kendaraan. Dengan begitu, kedua pihak sama-sama mengeluarkan uang untuk membeli kendaraan tersebut.

“Kenapa harus seperti itu, toh selama ini jika ada yang hilang tetap diganti meskipun dibagi berdua,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Kepala unit pelaksana teknis (UPT) parkir kota Banjarmasin, Nafaan, meskipun dalam Perda nomor 4 tahun 2007 tersebut ada pasal yang mengatakan ada penggantian dari pengelola namun tidak disebutkan besaran penggantian tersebut.

Oleh karena itu, imbuh dia, keputusan Mahkamah Agung (MA) tersebut menjadi bahan bagi pihaknya untuk melakukan revisi Perda retribusi parkir tersebut biar tidak ketinggalan atau menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Keputusan MA itu bakal menjadi bahan untuk melakukan revisi Perda parkir yang ada sekarang ini,” katanya.

Disinggung jumlah lokasi parkir yang ada di kota Banjarmasin, menurutnya sebanyak 297 titik. Dari jumlah tersebut dibagi menjadi jenis, yang sifatnya pajak sebanyak 82 titik dan sisanya 215 titik bersifat retribusi.

Parkir yang bersifat pajak itu, lanjut dia, parkir yang berada di rumah sakit, hotel maupun pusat perbelanjaan yang besaran tarifnya ditentukan pengelola. Sedangkan yang bersifat retribusi itu umumnya di pasar maupun di pinggir jalan.

Begitu juga saat ditanya soal parkir gelap yang sering meresahkan masyarakat, pihaknya secara rutin melakukan razia. Seperti yang dilakukan Juni lalu, pihaknya berhasil mengamankan 14 titik juru parkir ilegal.

“Kami rutin razia. Yang berhasil kami amankan kita serahkan ke Polisi untuk disidang tindak pidana ringan (Tipiring),” tegasnya.

Berdasarkan catatan BPost, tahun 2009 lalu pendapatan dari sektor parkir mencapai Rp 2,6 Miliar. Misalnya dari lokasi Pasar sudimampir, setiap bulannya mencapai Rp 35 juta.

Begitu juga dengan di lokasi RSUD Ulin Banjarmasin, setiap bulannya membayar sebesar Rp 50 juta. Bahkan, jika dikelola dengan lebih baik lagi dipastikan bakal mendongkrak pendapatan lebih besar.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s