Pedagang Resah, Sunyi Pembeli

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Satpol PP batal gusur Cendana

BANJARMASIN-Kabar pembongkaran puluhan warung di kawasan Jalan Cendana Banjarmasin cukup meresahkan para pedagang di kawasan tersebut. Sejak bergulirnya kabar tersebut, warga yang membeli makan di kawasan itu terus berkurang.

Begitu juga Sabtu (31/7) kemarin. Meski Satpol PP kota Banjarmasin tidak jadi melakukan pembongkaran warung, namuan kehadirannya membuat panik masyarakat. Terlihat puluhan kios yang tetap nekad berjualan, tidak ada pembelinya.

Apalagi, puluhan anggota Satpol PP terus berseliweran di sepanjang jalan tersebut semakin menambah resah para pedagang. Karena warga maupun mahasiswa yang biasa mencari makan di tempat itu memilih tidak jadi singgah.

“Bagaimana bisa makan tenang, kalau banyak petugas lalulalang dan mau membongkar warung,” ujar Silvi, salah satu mahasiswi.

Bahkan sejak santernya rencana pembongkaran tersebut, dirinya sudah tidak lagi membeli makan di tempat itu. Karena, dirasakan tidak tenang lagi saat menyantap makanan.

Mahasiswi Unlam Banjarmasin itu memilih membeli makanan di kantin yang ada di lingkungan kampus maupn di tempat lain. Karena jika tidak tenang, tidak bisa merasakan kenikmatan dalam makan.

“Sekarang beli di kantin saja. Kalau tidak gitu ya membungkus terus dimakan di kost,” cetusnya.

Menurunya pembeli diakui sejumlah pemilik kios di kawasan Cendana tersebut. Sejak membuka warung pukul 07.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita, tak seorangpun mampir ke warung baik membeli makan maupun hanya sekedar minum teh.

“Dulu kalau sudah setengah hari itu masakan tinggal separo saja. Ini masih belum ada yang beli sama sekali,” kata Ayu.

Memang santernya kabar pembongkaran tersebut, secara perlahan menurunkan pendapatannya. Karena yang biasanya bisa mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta per hari, kini hanya separonya saja.

“Sekarang cari uang Rp 500 ribu saja susahnya minta ampun. Pokonya sepi banget itu,” tandasnya.

Begitu juga dengan tempat barunya di kawasan Cemara nanti, dirinya juga tidak bisa memperkirakan. Karena jauh dari kampus dan banyak warung nasi yang ada di kawasan tersebut.

Membongkar Sendiri

Meski rencana pembongkaran dilakukan penundaan hingga Senin (2/8) besok, sejumlah pemilik kios sudah mulai membongkar tempat usahanya itu.

Mereka cukup resah dengan keadaan tersebut. Karena meski ditunda, jualannya jua tidak ramai seperti dulu. Lantaran para langganan merasa tidak tenang lagi menyantap makanan di warung tersebut.

“Untuk apa bertahan lama-lama disini, lebih baik pindah saja. Karena sekarang sudah sepi jualan disini,” kata Nurudin.

Sambil melepas papan kayu kiosnya, dia memilih mengawali pembongkaran tersebut. Karena di tempat tersebut sudah tidak bisa diharapkan lagi, jika dibongkar sendiri bisa lebih hati-hati.

Kayu bekas warungnya tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah bangunan di tempat yang barunya nanti. Dengan begitu bisa mengurangi pengeluaran biaya.

“Kalau dibongkar sendiri kan tidak banyak yang rusak mas. Siapa tau masi bisa digunakan lagi,” terang pria yang sudah 5 tahun jualan di tempat itu.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s