Pemprov Tidak Tegas Urusi Aset

Posted: January 30, 2011 in Berita

BPK: 5 tahun mengabaikan rekomendasi kami

BANJARMASIN-Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) memang kurang tegas dalam mengurusi aset yang masih dikuasai mantan pejabat. Tak heran dalam hasil audit BPK selama 5 tahun, persoalan aset menjadi perhatian serius yang tak kunjung selesai.

Hal itu juga diakui Plt Karo Perlengkapan pemprov Kalsel, Muhammad Ruslie. Menurutnya, rumah dinas para pejabat seperti kepala biro dan kepala dinas di lingkungan pemprov Kalsel juga tidak jelas keberadaannya.

Meskipun secara catatan ada. Namun, sampai saat ini banyak para pejabat setingkat eselon II tersebut tidak menggunakan rumah dinas itu karena masih dihuni pejabat terdahulu.

“Kalau aturannya begitu tidak menjabat ya harus dikosongkan. Tapi disini seperti dibiarkan begitu saja, sehingga pejabat baru harus mencari rumah sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat staf ahli bidang kemasyarakatan itu menjelaskan, berbeda dengan kabupaten yang justru lebih tertib dalam mengurusi aset tersebut. Baik rumah dinas maupun mobil dinas.

Tak ayal kepala direktorat utama pembinaan dan pengembangan hukum keuangan negara BPK RI, Hendar Restriawan menilai, sistem pendataan aset yang dilakukan pemprov sangat lemah. Hal itu terbukti, meski banyak memiliki aset namun tidak bisa menghitung besar dan keberadaannya.

Yang lebih menyedihkan, selama lima tahun pemprov Kalsel tidak pernah memperhatikan atau memberikan apressiasi rekomendasi BPK atas hasil audit tersebut.

“Selama lima tahun yang menjadi temuan BPK ya soal pendataan aset saja. Hal itu menunjukkan kalau tidak ada perhatian tentang rekomendasi kami,” tegasnya.

Hal itu diakui gubernur Rudy Ariffin. Gubenrur pertama yang dipilih rakyat secara langsung itu, mengaku bingung untuk menyelesaikan sejumlah aset yang masih dikuasai sejumlah mantan pejabat.

Saling Lempar

Untuk mendapatkan data tentang aset tersebut sangat susah. Kabag pemeliharaan biro perlengkapan pemprov Kalsel, Untung Swarna yang mengurusi soal aset, saat ditemui tidak mau memberikan data dengan alasan dirinya masih ada kesibukan.

Justru pria bertubuh besar itu, meminta agar menemui bagian pemanfaatan aset yang letaknya di lantai dua lingkungan pemprov Kalsel. Padahal pejabat yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Begitu juga saat kembali ditemui, Untung kembali berkilah data tersebut sudah diserahkan ke bagian humas pemprov. Sayangnya tidak selempar data pun tentang aset tersebut diserakan Untung ke bagian humas.

“Data yang mana, sampai sekarang ini pak Untung tidak memberi data apa-apa,” ucap Kabid pemberitaan, Ismet Setia Bakti.

Sementara itu dari pantauan BPost di kompleks perumahan pejabat di Jalan Dharma Praja nampak lenggang. Salah satu rumah mantan pejabat yang disinggahi BPost, yang ada hanya pembantunya saja.

“Kalau soal itu kami tidak tau mas. Kami hanya pembantu saja disini,” ujar salah seorang pembantu dari balik pintu pagar besi.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s