Pengelola Parkir Wajib Mengganti Kehilangan

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Keputusan MA bakal diberlakukan se-Indonesia

BANJARMASIN-Para pengelola parkir tidak bisa seenaknya sendiri jika terjadi kehilangan. Mahkmaha Agung (MA) dalam putusannya menetapkan, jika terjadi kehilangan kendaraan atau yang lain bakal menjadi tanggung jawab pengelola parkir.

Keputusan tersebut mendapat tanggapan beragam dari juru parkir di kota Banjarmasin. Menurutnya, jika mengganti keseluruhan pihaknya keberatan karena tidak sebanding dengan tarif parkir yang dibayar masyarakat.

“Kalau sepenuhnya disuruh mengganti tukang parkir ya bisa bangkrut,” cetus salah seorang juru parkir di Pasar Sudimampir.

Lebih lanjut dia mengatakan, karena adakalanya warga yang teledor. Artinya, jika membawa barang bawaan tidak dititipkan kepada petugas parkir namun tetap digantung di kendaraan. Sehingga, hal itu sering terlewatkan pengawasan petugas.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sering meminta warga untuk menitipkan barang bawaan tersebut. Jika tidak mau agar disimpan di tempat yang lebih aman, seperti helm agar dijepit di bawah jok kedaraan.

“Seperti halnya helm, makanya kalau tidak mau menitipkan agar dijepit di bawah jok saja agar tidak hilang,” urainya.

Hal senada dikatakan juru parkir lainnya. Meski mengaku keberatan, dia mau mengganti kehilangan dengan prosentase separo. Artinya penggantian tersebut hanya sebagian saja.

“Kalau harga yang hilang itu Rp 100 ribu, kami ganti Rp 50 ribu saja,” tukasnya.

Keputusan MA tersebut disambut masyarakat luas. Mengingat selama ini kurang mendapat “pembelaan” jika terjadi kehilangan maupun kerusakan terhadap barang di lokasi parkir.

“Memang harus tegas. Contohnya helm hilang saja tidak mau mengganti,” ujar Aliyah.

Sesuai Kesepakatan

Sementara itu, Kepala dinas perhubungan (Dishub) kota Banjarmasin Rusdiansyah saat dihubungi BPost via ponsel mengatakan, keputsan MA tersebut tidak bertentangan dengan Perda nomor 4 tahun 2007 tentang retribusi parkir di kota seribu sungai ini.

Dalam aturan tersebut sudah dijelaskan, jika terjadi kehilangan di lokasi pakir yang dipungut biaya akan menjadi tanggung jawab petugas maupun pengelola parkir.

“Perda parkir kota Banjarmasin memang sudah mencantumkan hal itu. Jadi Perda parkir kita tidak bertentangan dengan keputusan MA,” erangnya.

Namun dalam pelaksanaannnya, sering kali adanya kordinasi antara pengelola dengan korban terkait ganti rugi tersebut. Dengan harapan sama-sama enak dan tidak keberatan.

“Biasanya ada kesepakatan antara juru parkir dengan yang kehilangan. Makanya meski tidak diganti secara total, tetap ada pergantian,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s