Relokasi Pemotongan Ayam Batal Lagi

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Pemko tidak berani memberi jaminan

BANJARMASIN-Rencana pemindahan (relokasi) pemotongan ayam ke kawasan Mantuil Basirih yang dijadwalkan, Kamis (15/7) hari ini dipastikan batal. Pasalnya, pemko Banjarmasin tidak berani memberi jaminan atas permintaan pedagang jika mengalami kerugian.

Keputusan penundaan tersebut diambil dalam pertemuan antara pemko Banjarmasin dengan para pedagang yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (14/7) sore. Dalam pertemuan yang dipimpin asisten II Bambang Budiant dan dihadiri wakil ketua DPRD Awan Subarkah dan segenap kepala dinas itu sempat berlangsung memanas.

Karena, pedagang ngotot tidak mau pindah ke lokasi yang disediakan pemko Banjarmasin di kompleks kantor dinas peternakan dan pertanian tersebut karena sudah bisa dipastikan akan bangkrut.

Sehingga, para pedagang mau angkat kaki asalkan pemko Banjarmasin mau memberi jaminan jika para pedagang nasibnya bakal tragis seperti pedagang burung maupun pedagang kapuk setelah direlokasi dari tempat semula.

“Kalau bapak-bapak mau memberikan kantor wali kota ini sebagai jaminan, kami akan pindah sekarang juga,” kata salah seorang pedagang, Purlansyah.

Kerugian yang bakal diderita para pedagang itu antara lain, mereka bakal mengeluarkan biaya tambahan, dan dipastikan banyak ayam yang akan mati. Karena penampungan yang disediakan sangat sempit.

Belum lagi jaminan keamanan di kawasan tersebut, yang menurut para pedagang merupakan kawasan yang sunyi. Seedangkan mereka melaksanakan aktifitas itu sejak pukul 17.00 Wita hingga pukul 05.00 Wita.

“Apa jaminan keamanan kami, jika banyak orang yang memalak. Karena itu kawasan yang sunyi dan gelap,” tukasnya yang disambut tepuk tangan riuh.

Melihat suasana yang mulai tegang tersebut, wakil ketua DPRD Awan Subarkah berusaha untukmemberikan jalan keluar. Menurutnya, rencana pemindahan rumah potong hewan (RPH) tersebut sudah dijadwalkan lama dan para wakil rakyat sudah melakukan peninjauan.

“Hasil monitoring kami, tempatnya sangat representatif. Artinya tidak lagi jadi satu antara tempat pemotongan, pembersihan maupun jualan. Sehingga kebersihannya cukup terjamin,” katanya yang diamini ketua komisi III, Matnor Ali.

Karena terus terjadi perdebatan, akhirnya pertemuan yang berakhir pukul 16.30 Wita yang dimulai sejak pukul 13.30 Wita itu memutuskan bahwa rencana relokasi yang dijadwalkan hari ini terpaksa ditunda sampai ada pengumuman lebih lanjut.

Pihak DPRD dan tim relokasi pemotongan ayam akan melakukan survey ke kandang-kandang milik para pedagang ayam tersebut, untuk membandingkan dengan lokasi yang disediakan pemko yang ukurannya hanya sebesar 6×8 meter.

“Pemindahannya menunggu pengumuman lebih lanjut dari tim relokasi, yang akan survey ke kandang-kandang,” tegas Bambang sambil meninggalkan ruang pertemuan.

Dirinya juga enggan mengomentari permintaan jaminan tersebut. Menurut dia, pihaknya tidak bisa memberikan prediksi nasib para pedagang setelah direlokasi tersebut. Karena berdasarkan pengalaman yang ada, seperti relokasi Pasar Tungging hingga kini para pedagang tetap beraktifitas.

“Belum dilaksanakan sudah divonis bangkrut, itu sama saja mendahulu kehendak Allah,” cetusnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s