Relokasi Pemotongan Ayam Ditunda Lagi

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Hingga 15 Juli mendatang

BANJARMASIN-Rencana pemko Banjarmasin untuk mengumpulkan pemotongan ayam ke kawasan Mantuil kecamatan Banjarmasin Selatan tertunda lagi. Rencana relokasi yang akan dilakukan Kamis (1/7) kemarin, batal digelar karena mayoritas pedagang ayam menolak.

“Selain masih ada permasalahan teknis yang harus diperbaiki seperti kandang, para pedagang juga masih tidak mau pindah,” kata Kepala dinas pertanian dan peternakan kota Banjarmasin, Priyo Eko Husodo.

Padahal, pemko Banjarmasin sudah menyediakan tempat pengepulan penyembilah ayam yang dibangun dengan biaya sebesar Rp 4 Miliar itu sejak awal 2010 lalu.

Bangunan yang terletak di kompleks kantor dinas pertanian dan peternakan di kawasan Mantuil itu, juga dilengkapi mesin pencabut bulu sebanyak 16 mesin, yang setiap menitnya mampu membersihkan bulu ayam sebanyak 10 ekor.

Relokasi pemotongan ayam tersebut dilakukan pemko, karena banyak protes yang dilakukan masyarakat yang tinggal di sekitar pasar ayam di wilayah kota Banjarmasin, seperti di dekat Sentra Antasari.

Karena aroma busuk yang tercium dari kawasan tersebut. Sebab selama ini, para pedagang ayam potong tersebut memanfaatkan lahan di sekitar lokasi jualan untuk menyembelih maupun mencabuti bulu ayam tersebut.

Lantas sampai kapan penundaan relokasi tersebut, menurut Priyo diberi tenggang waktu hingga pertengahan Juli mendatang. Dengan harapan, para pedagang bisa melakukan persiapan pindah ke lokasi yang disediakan pemko tersebut.

“Semoga tenggang waktu yang kami berikan ini benar-benar dimanfaatkan pedagang untuk persiapan,” pintanya.

Disinggung kesediaan listrik untuk mesin pencabut bulu, menurutnya sudah melakukan antisipasi jika listrik padam. Pihaknya sudah menyiapkan mesin genset, sehingga jika listrik padam tidak menghambat aktifitas tersebut.

Dari pantauan BPost di Pasar Sentra Antasari, para pedagang masih melaksanakan aktifitas jual beli ayam seperti hari-hari biasa. Bahkan, para pedagang masih menyembelih dan membersihkan bulu ayam sebelum dijual di lokasi tersebut.

Mereka enggan pindah, selain belum mendapatkan surat pemberitahuan dari pemko terkait rencana relokasi itu juga, pemindahan itu bakal menambah ongkos pengeluaran seperti biaya pengangkutan dari lokasi penyembelihan ke pasar.

“Kalau disuruh pindah sampai sekarang tidak ada himbauan. Karena begitu ditunda, sampai saat ini juga tidak ada komunikasi untuk pindah tempat itu,” ujar Hamdan, salah seorang pedagang.

Hal senada dikatakan pedagang ayam lainnya di Pasar BIM. Menurutnya, sudah belasan tahun pihaknya memotong ayam di dekat tempat jualan dan tidak ada masalah.

“Kalau dianggap tidak bersih, buktinya banyak juga pedagang yang beli ayam kesini,” cetus Amin.

Adapun jumlah peredaran ayam di kota Banjarmasin setiap harinya mencapai 4 ribu ekor, yang dikelola sebanyak 27 pedagang besar dan ratusan pengecer.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s