Sopir Tidak Boleh Menaikkan Ongkos

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Harus menunggu petunjuk pemerintah

– Menhub bakal sidak ke Kalsel

BANJARMASIN-Harapan para soir untuk menaikan tarif menjelang lebaran (tuslah) harus berfikir ulang. Karena dinas perhubungan (Dishub) Kalsel, bakal menjatuhi sanksi kepada sopir yang bandel, yang menaikan tarif sendiri.

Karena moment lebaran selalu menjadi ladang yang subur bagi para sopir untuk menangguk uang. Selain banyak penumpang, juga ada kenaikan tarif angkutan tersebut yang cukup lumayan.

“Kalau tarif tidak naik, ya bagaimana lagi. Padahal tuslah itu ibarat musim panen para sopir,” ucap Sudirman, salah satu sopir angkutan luar kota.

Jika hanya mengharapkan penumpang yang ada saat ini, dirinya tidak bisa memikirkan bagaimana persiapan keluarganya menyambut hari kemenangan tersebut yang selalu membelikan baju maupun kue untuk keluarga.

Bagi dia, kenaikan tarif angkutan tersebut sangat wajar. Selain sebagai tambahan ongkos karena musim puasa, juga semata-mata untuk berbagi rezeki dengan sesama warga guna menghadapi lebaran baik di kampung maupun di tengah-tengah keluarga.

“Ongkos tambahan itu anggap saja sebagai zakat. Kan para sopir juga puasa, sekaligus memberi ntuk persiapan lebaran,” cetusnya.

Hal senada dikatakan sopir lainnya. Mereka berharap agar pemerintah bisa menaikkan tarif angkutan tersebut, berapapun besarannya. Karena kenaikan tarif yang biasa dilakukan H-7 maupun H+7 itu sangat membantu para sopir.

“Berapapun besarannya yang penting bisa dinaikan. Karena sangat membantu para sopir,” tukas Arbain.

Seperti yang dialaminya tahun lalu, yang tidak ada kenaikan tarif. Dia maupun sopir lainnya harus kerja ekstra keras untuk mendapatkan pendapatan yang cukup.

Sementara itu, Kabid LLAJ Dishub Kalsel Ramonsyah mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memikirkan kenaikan tarif abik untuk angkutan antar kota dalam provinsi maupun antar provinsi.

Karena, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat mengenai ada tidaknya kenaikan tarif tersebut. Sehingga, pihaknya bakal melakukan pengawasan untuk mengantisipasi jika ada sopir yang ngotot dengan menaikkan tarif sendiri.

“Memang kepastiannya belum ada. Makanya itu, selama belum ada kepastian jangan sampai menaikkan tarif sendiri. Jika melanggar akan kami tindak tegas,” janjinya.

Oleh karena itu, imbuh dia, pihaknya bakal melakukan pengawasan di terminal-terminal untuk mengetahui ada tidaknya rencana kenaikan tersebut.

Menhub Sidak

Pelaksanaan lebaran tahun 2010 ini bakal menjadi hal yang istimewa bagi pemprov Kalsel. Sesuai jadwal, menteri perhubungan (Menhub) Freddy Numberi bakal melakukan sidak ke sejumlah terminal di Kalsel ntuk memantau arus angkutan.

Termasuk memantau tarif angkutan yang dilakukan para sopir yang ada di banua ini. Sehingga dinas perhubungan, saat ini sudah memberikan peringatan keras kepada para sopir untuk lebih waspada dan tidak sembarangan menaikkan tarif.

“Bahkan pak Menhub yang akan memantau arus angkutan dan tarif di Kalsel. Makanya kalau ada sopir yang nakal akan kami jatuhi sanksi,” tegas Ramonsyah.

Pihaknya berharap kepada para sopir agar menunggu petunjuk dari pusat, jika ingin menaikkan tarif. Karena semuanya bakal diatur dalam peraturan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kalau ingin tarif angkutan dinaikkan ya ikuti petunjuk pusat, bukan semaunya sendiri,” tandasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s