Tak Boleh Nginap di Hotel Lagi

Posted: January 30, 2011 in Berita

– Pejabat pemprov harus nginap di mess

BANJARMASIN-Perhatian bagi para pejabat di lingkungan pemprov Kalsel, mulai bulan ini jika tugas ke luar kota tidak bisa enak-enakan tidur di hotel lagi. Karena pemprov Kalsel mengeluarkan kebijakan, pejabat yang dinas luar kota harus nginap di mess milik pemprov.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Kalsel, HM Muchlis Gafuri saat acara coffee morning. Menurutnya, dengan tidak lagi menginap di hotel, uang perjalanan dinas yang dikeluarkan pemprov Kalsel akan masuk ke kas pemprov lagi.

Menurutnya, pengelolaan mess milik pemprov itu diserahkan kepada Perusahaan Daerah (PD) Bangun Banua. Dengan begitu diharapkan bisa maksimal dalam mengelola maupun memberikan kontribusi kepada keuangan daerah.

“Mulai Juli ini semua pejabat harus nginap di mess. Nanti pasti ada tanda bukti jika nginap di mess milik pemprov,” katanya.

Bahkan dengan nada bercanda, Muchlis juga mengancam tidak akan menandatangani surat dinas tersebut jika pejabat yang bersangkutan tidak memanfaatkan mess milik pemprov itu sebagai tempat istirahat.

Apalagi, keberadaan dua mess yang berada di Rawamangun dan Biliton itu setara dengan hotel bintang tiga. Artinya sangat layak untuk istirahat seorang pejabat sebelum melakukan kegiatan tugasnya.

“Biasa tidak saya tandatangani kalau sampai ada yang tidak mau nginap di mess,” cetusnya yang disambut gelak tawa pejabat.

Beragam tanggapan dilontarkan sejumlah pejabat. Menurutnya, meskipun selama ini nginap di hotel, tentu menyesuaikan dengan biaya yang telah ditetapkan pemprov. Artinya, tidak melebihi dari ketentuan yang ada.

“Meskipun nginap di hotel, tapi bukan hotel yang mahal-mahal kok. Tempatnya biasa saja, karena menyesuaikan dengan biaya perjalanan yang ada,” ujar salah seorang pegawai.

Terkait harapan agar istirahat di mess, menurutnya juga kurang efisien jika tempat acara yang akan dihadiri itu jauh dari tempat penginapan.

Apalagi, kawasan di Jakarta itu lebih banyak macet. Sehingga susah diprediksi seperti kawasan di Banjarmasin. Otomatis, kalau jarak antara mess dengan lokasi kegiatan jauh tidak akan efektif.

“Harusnya fleksibel saja. Karena kaitannya dengan jarak tempat kegiatan,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s