22 Polisi Bakal Disidangkan

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Kasus KDRT dan meninggalkan tugas

BANJARMASIN, BPOST-Aksi pembersihan terhadap polisi nakal terus dilakukan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Hilman Thayib. Selama Januari 2011 ini, dijadwalkan sebanyak 22 anggota polisi yang akan menjalani sidang disiplin.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun BPost, persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) baik penganiayaan terhadap istri maupun perbuatan selingkuh mendominasi pelanggaran. Termasuk meninggalkan tugas tanpa ada izin, juga masih cukup banyak.

Para polisi nakal itu bakal menjalani persidangan yang digelar di aula Mapolresta Banjarmasin setiap Selasa dan Kamis, sesuai jadwal yang telah disusun bagian propam.

Sebelumnya pada 2010 lalu, terdapat 66 kasus yang meliputi 15 kasus langsung ditangani unit P3D, sebanyak 36 kasus merupakan temuan langsung dan sisanya sebanyak 15 kasus merupakan pelimpahan dari Polda Kalsel.

Hampir semua polisi yang diajukan ke persidangan kode etik maupun disiplin tersebut masih berpangkat brigadir. Mereka belum memiliki jabatan khusus di lingkungan Maolresta Banjarmasin.

Upaya tersebut tidak lain untuk menunjukan kepada masyarakat, bahwa penegakan hukum itu harus dijalankan tanpa mengenal status. Artinya, meski yang bersangkutan anggota Kepolisian jika melakukan pelanggaran tetap disidangkan.

“Masyarakat biar tahu, kalau polisi itu tidak kebal hukum. Buktinya, mereka melakukan kesalahan atau pelanggaran ya tetap disidang sesuai aturan yang ada,” Kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Hilman Thayib melalui Kasubag Humas, Iptu Siti Rohayati.

Bahkan sanksi yang dijatuhkan, mulai dimasukan sel khusus hingga diberhentikan dengan tidak hormat. Selama kurun waktu 2010 lalu, sebanyak 4 dari 6 anggota yang sudah resmi diberhentikan. Kemudian tahun 2009, juga sebanyak 6 anggota yang resmi harus mengikuti upacara pelepasan baju sebagai tanda pemberhentian.

Akan Ditest

Sementara itu, terkait sidang disiplin dengan terlapor Briptu Boni A yang sempat ditunda lantaran adanya unjuk rasa, secara khusus kehadiran nyonya Intan dalam sidang dengan membawa kondom bekas yang ditemukan di kamar rumah anaknya akan membawanya ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.

“Kondom bekas itu masih akan kami bawa ke laboratorium, untuk diketahui cairan siapa yang ada di kondom itu,” katanya saat bertandang ke Mapolresta Banjarmasin.

Kehadiran dia menemani anaknya bernama Jimy yang menjadi saksi di persidangan tersebut. Karena dia yang melihat menantunya bersama lelaki lain, termasuk Boni di kamar rumahnya di kawasan Jahri Saleh.

Dirinya juga berterima kasih kepada Kasi Propam AKP Sudirman, yang berusaha memberikan pengarahan baik kepada dirinya maupun istri Boni yang terus mendapatkan ancaman sebelum mengikuti persidangan tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s