Dihajar Warga Hingga Kaki Patah

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Penjambret tertangkap basah

BANJARMASIN, BPOST-Darah segar yang mulai mengering menghiasi wajah dan kaki, Abdul Kodir Jailani alias Lani (31). Tidak henti-hentinya, warga Jalan Sutoyo S Gang Ruhui Rahayu itu terus mengerang kesakitan.

Pria yang tangannya dipenuhi hiasan tato itu, terus meringis menahan sakit saat petugas Kepolisian dan BPK mengangkat tubuhnya dari bipan dorong ke mobil BPK yang sudah standbay di depan RS Bhayangkara Banjarmasin, Rabu (19/1) siang.

Dia mengalami luka serius di bagian kepala dan kaki kiri patah, setelah menjadi sasaran amukan warga yang berhasil memergoki dirinya yang berusaha menjambret tas milik Halijah (37), yang maish tetangganya sendiri.

Akibat luka parah di bagian kepala yang terus mengucurkan darah segar, dia langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum diserahkan ke Mapolsekta Banjarmasin Barat untuk menjalani proses pemeriksaan.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, Rabu (9/1) sekitar pukul 10.00 Wita, Lani tiba-tiba menarik tas milik Halijah yang kebetulan melintas di depannya.

Lantaran tas yang berisi uang Rp 10 ribu itu ditarik tersangka, membuat korban tersungkur di aspal. Dengan spontan, korban teriak minta tolong hingga menyedot perhatian warga dan beramai-ramai mendatangi tersangka yang turut jatuh ke aspal.

Tanpa dikomando, puluhan warga yang sebagian besar pedagang di pasar tersebut, langsung menghujani bogem mentah ke arah kepala, tubuh tersangka. Bahkan, membuat kaki kiri tersangka diduga patah.

“Awalnya tersangka itu perang mulut dengan istrinya di sekitar TKP. Entah kenapa, pas korban lewat menarik tasnya sampai jatuh. Makanya korban teriak jambret dan langsung diajar warga,” ujar salah seorang anggota BPK.

Setelah puas menghujani bogem mentah, akhirnya tersangka langsung dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Barat. Lantaran luka di bagian kepala yang dideritanya cukup parah dan terus mengeluarkan darah, sehingga dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis.

Terkait kaki kiri tersangka yang patah, belum diketahui secara pasti. Karena warga hanya memukul di bagian kepala dan badan saja, tanpa menyentuh kaki tersangka.

Bukan Gayus

USAI menjalani perawatan di RS Bhayangkara Banjarmasin, Lani enggan berkomentar terkait perbuatannya itu. Bahkan saat wartawan memotret, dirinya sempat marah-marah sambil menutup wajahnya menggunakan kaos.

“Masih saja dipotret, seperti tidak ada berita lain yang lebih bagus,” sergahnya.

Bahkan, dirinya terus memaki-maki para wartawan baik media cetak maupun elektronik yang berusaha mengabadikan dirinya saa dievakuasi dari ranjang dorong ke mobil BPK yang akan membawanya ke Mapolsekta Banjarmasin Barat untuk menjalani proses pemeriksaan.

Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut merupakan hal biasa yang kerap dilakukan rakyat miskin. Sehingga bukan suatu kejahatanbesar yang merugikan masyarakat.

“Seperti ini saja diliput, masih banyak berita besar seperti Gayus. Kalau aku ini bukan Gayus, silakan minggir,” cetusnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s