Geliat Perayaan Imlek di Banjarmasin

Posted: February 5, 2011 in Budaya

“Memandikan Patung Dewa”

KESIBUKAN warga mewarnai kelenteng Sutji Nurani di Jalan Piere Tendean Banjarmasin, Kamis (27/1) pagi. Tempat ibadah warga Tionghoa yang hari biasa nampak lenggang, kemarin mendadak ramai kesibukan warga.

Bau dupa yang menyeruak hidung, menghiasi kesibukan belasan warga keturunan sedang sibuk memandikan arca dewa yang ada di kelenteng tersebut. Seperti dewi Kwan Im, dewi Thiang Sang Seng Mu, dewi Cu Sen Niang Niang.

Memandikan dewa-dewi tersebut, menjadi ritual rutin menjelang pelaksanaan imlek. Kegiatan tersebut dilaksanakan, seminggu sebelum perayaan itu digelar pada Kamis (3/2) mendatang.

Para warga Tionghoa berkeyakinan, saat ini para dewa tersebut sedang ke Nirwana. Sehingga, mereka berusaha membersihkan arca yang menggambarkan kondisi dewa tersebut.

“Menurut keyakinan kami, seminggu sebelum Imlek itu para dewa sedang berada di Nirwana untuk laporan. Dalam kondisi istirahat itulah, arca-arca tersebut kami mandikan dan tempatnya dibersihkan,” ujar pengelola kelenteng Sutji Nurani Banjarmasin, Pationo.

Selain itu, lanjut dia, diharapkan pada saat perayaan nanti para warga Tionghoa melaksanakan sembahyang patung dan tempatnya itu dalam kondisi bersih.

Untuk menambah kenyamanan warga dalam melakukan doa maupun upacara persembahan. Lantaran, patung dan tempat para dewa tersebut sudah bersih.

“Kalau arca dan tempatnya bersih, warga yang hendak bersembahyang dan memanjatkan doa biar nyaman,” tuturnya.

Dalam perayaan imlek tahun 2011 yang bakal diperingati Kamis (3/2) mendatang tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada perayaan khusus dalam kegiatan yang menurut keyakinan sebagai peringatan musim semi di tahun kelinci itu.

Belum Ramai

Geliat perayaan imlek mewarnai kota Banjarmasin. Beberapa pusat perbelanjaan di kota seribu sungai ini, mempercantik dengan pernik-pernik imlek seperti memasang lampion, hingga pernak-pernik lainnya.

Namun geliat tersebut belum dibarengi dengan larisnya penjualan perlengkapan sembahyang. Salah satu kios penjual perlengkapan imlek di Jalan Veeran masih nampak lenggang.

Pemilik kios, nyonya Nirmala mengaku saat ini penjualan perlengkapan sembahyang maupun perayaan imlek belum ramai. Warga masih sedikit yang membeli dupa, maupun kue keranjang untuk perayaan nanti.

“Orang belanja masih sunyi. Makanya dagangan masih menumpuk, karena masih sedikit yang terjual,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga yang belanja perlengkapan perayaan tersebut 3 hari menjelang pelaksanaan perayaan tersebut. Mulai membeli dupa dan kertas untuk sembahyang maupun, membeli lilin yang menjadi icon kegiatan tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s