Hukuman Makasar Te’ne Makin Berat

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Jaksa minta pengiriman sebelumnya diusut

BANJARMASIN, BPOST-Sanksi hukum yang bakal diterima perusahaan gula rafinasi, PT Makasar Te’ne semakin berat. Pasalnya, dia dihadapkan dua kasus serupa yakni pengiriman gula rafinasi ke Banua yang tidak disertai dokumen awal November dan 20 November yang langsung diamankan Sat Reskrim Polresta Banjarmasin.

Pemeriksaan ulang tersebut dilakukan petugas atas permintaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, setelah menerima pelimpahan hasil penyelidikan jajaran unit tindak pidana tertentu (Tipiter) terhadap kasus hasil penangkapan 150 kontainer gula ilegal seberat 3.750 ton.

“Saat dilimpahkan ke Kejaksaan, penyidik minta agar kasus pengiriman sebelumnya juga diperiksa dan dijadikan berkas tersendiri,” ujar salah satu penyidik.

Pasalnya, sebelum mengamankan gula yang bernilai sekitar Rp 34,5 Miliar itu, petugas reskrim awal November bermaksud melakukan penangkapan.

Sayangnya saat didatangi di gudang yang disewa PT Makasar Te’ne, petugas hanya menemukan sekitar 100 karung gula saja. Petugas pun mengurungkan niat tersebut, dan akhirnya pada 20 November mengamakan 150 kontainer tersebut.

Untuk melakukan pemberkasan tersebut, Senin (10/1) siang Dirut PT Makasar Te’ne Abuan didampingi perwakilan Benny Lesmana mendatangi Sat Reskrim untuk melakukan pemeriksaan.

Kedatangan tersebut didahului dengan hadirnya pimpinan CV Nella Afta, H Aftahudin di Mapolresta. Sayangnya saat ditanya, dirinya mengelak jika menjalani pemeriksaan.

“Kan sudah selesai masalahnya. Saya kesini hanya silaturahmi saja,” ujarnya sambil ngeloyor meninggalkan wartawan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto usai upacara HUT ke-30 Satpam mengatakan, pemanggilan tersebut untuk menjalani pemeriksaan terkait berkas kedua dengan kasus serupa.

“Sekarang ini kasus gula rafinasi itu kan ada dua berkas,” kata Suhasto.

Berkas pertama, imbuh dia, yakni hasil penangkapan yang dilakukan jajarannya pada 20 November lalu. Sedangkan berkas kedua, rencana penangkapan sebelumnya yang barang buktinya hanya sedikit.

“Awalnya kasus itu hanya dilampirkan untuk memperkuat dakwaan. Tapi Kejaksaan minta diberkas tersendiri, sehingga reskrim harus melakukan pemeriksaan lagi,” terangnya.

Meski begitu tidak ada hambatan. Karena pokok persoalannya sama, yakni pengiriman gula rafinasi antar pulau yang tidak disertai dengan dokumen.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s