Jalan Veteran Hanya Ditambal

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Kalau lewat perut terasa dikocok

BANJARMASIN, BPOST-Aksi warga yang menanam pohon pisang di Jalan Veteran mendapatkan perhatian pemerintah. Lubang-lubang jalan yang sempat ditanami tersebut, sudah ditutup meski hanya ditambal mengunakan batu gunung yang tidak ditumbuk.

Dari pantauan BPost, Rabu (12/1) pagi lima pohon pisang tidak bergeser dari tempat semula meskipun daunya sudah mulai layu. Warga sekitar masih mempertahankan pohon tersebut, sebagai bentuk protes.

Namun sekitar pukul 14.00 Wita, puluhan lubang termasuk lubang bekas yang ditanami warga sudah ditambal dengan batu gunung. Sayangnya, penambalan tersebut tidak dibarengi dengan penumbukan atau pengerasan.

Upaya untuk meredam emosi masyarakat tersebut, seperti yang dilakukan sebulan lalu dengan aksi serupa. Jalan yang rusak sepanjang 50 meter itu, hanya ditimbun dengan batu gunung yang saat ini kondisinya sudah mulai rusak.

Karena setelah melakukan penambalan tidak ada tindaklanjut, seperti pengerasan atau pengaspalan. Akibat guyuran hujan, penimbunan tersebut akhirnya tergerus air sehingga membuat jalan tersebut licin dan sulit dilalui.

Selain sering menelan korban, warga yang melintas di kawasan itu juga mengeluh. Karena saa melewati jalan tersebut perut seperti dikocok, karena benjolan batu gunung itu menggangu perjalanan.

“Perut ini rasanya seperti dikocok-kocok. Karena tidak ada penumbukan, jai batunya ya bermunculan,” ujar Hamidah, salah seorang ibu rumah tangga.

Bahkan saat melintasi kawasan tersebut dirinya selalu hati-hati. Dia merasa trauma, lantaran pernah jatuh dari kendaraan di tempat itu karena batunya sangat licin.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Ardiansyah. Dirinya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tidak merespon persoalan tersebut. Apalagi Jalan Veteran merupakan jalur alternatif yang banyak dilintasi masyarakat.

“Yang lewat disini kan banyak, tapi anehnya pemerintah ini tidak peduli sama sekali. Jalan sakit dibiarkan begitu saja,” cetusnya.

Pengurukan lubang jalan tersebut, menurut warga dilakukan sekelompok orang dari kontraktor. Karena yang menambal tersebut tidak menggunakan seregam, meskipun menggunakan sepatu tinggi.

Selan membawa batu gunung sendiri, mereka juga memanfaatkan tumbukan batu gunung yang berada di bahu jalan, sisa-sisa penambalan sebulan lalu.

“Kelihatannya bukan orang sini mas. Mereka bawa truk sendiri dan bawa batu, meksipun sebagian memanfaatkan yang ada di pinggir jalan itu,” tukas seorang warga.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s