Kakek Rundungi Cucu Sendiri

Posted: February 5, 2011 in Berita

BANJARMASIN, BPOST-Kelakuan Heri alias Akang (45), sangat amoral. Pasalnya, warga Jalan A Yani Km6 Banjarmasin itu tega menyetubuhi cucunya sendiri, Mel (4,5) yang masih tergolong balita.

Untungnya kelakuan bejat sang kakek segera diketahui orangtua Mel. Kemudian mendatangi Mapolresta Banjarmasin untuk melaporkan peristiwa yang dialami buah hatinya itu.

Akhirnya, Akang yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual bensin eceran itu ditangkap jajaran Jatanras Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, Senin (3/1) siang.

Meski berdasarkan bukti kuat dugaan kelakuan bejat tersebut, Akang berusaha terus mengelak telah melakukan perbuatan amoral terhadap cucu tirinya itu.

“Sebelum saya sudah ada yang menggawi bedahulu. Tapi kenapa saya yang dilaporkan ke Polisi,” kilahnya.

Dia mengaku selama 7 bulan, cucunya itu tinggal di rumahnya. Termasuk orangtua korban yang merupakan anak tiri Akang. Namun, sebulan sebelum dirinya ditangkap jajaran Jatanras tersebut, korban dan orangtuanya tinggal di Pelaihari.

Beberapa hari yang lalu mereka kembali tinggal di rumahnya. Kemudian, melaporkan dirinya ke Polisi dengan tuduhan telah menyetubuhi cucunya itu.

“Mereka saja pulang ke Pelaihari, begitu datang kok melaporkan saya ke Polisi,” cetusnya.

Ditanya soal dirinya nekad melakukan perbuatan tersebut, Akang terus berkelit. Menurutnya, dirinya tidak melakukan hal tersebut. Hanya saja, dirinya sering menjewer telinga cucunya itu.

“Kalau menjewer telingan dia (korban) memang iya. Tapi kalau nekad melakukan pebuatan seperti itu tidak,” tegasnya.

Hingga kemarin, Akang masih menjalani pemeriksaan intensif petugas reskrim Polresta Banjarmasin. Dia belum dijebloskan ke rumah tahanan Mapolresta Banjarmasin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto mengatakan, dirinya tidak gentar dengan penolakan pengakuan yang bersangkutan.

Berdasarkan bukti-bukti yang sudah dikantongi jajarannya sangat kuat. Bahkan dari hasil visum, alat kelamin bocah tersebut sudah robek.

Kemudian, korban masih trauma jika melihat kakeknya itu. Bahkan langsung menangis ketika melihat wajah kakeknya tersebut, sehingga menjadi bukti jika yang bersangkutan telah bebruat jahat kepadanya.

“Dia (Akang) menolak tidak masalah. Tapi dari bukti-bukti yang ada cukup kuat, dia telah melakukan perbuatan tak senonoh,” katanya.

Bahkan yang lebih memberatkan lagi, korban di depan petugas secara spontan bercerita mengenai alat kelamin kakeknya tersebut. Secara otomatis, pernah melihat alat kelamin kakeknya itu.

Tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 2 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman minimal 8 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s