Mantan Kepala BKD Dituntut 1,6 Tahun

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Kasus korupsi APBD Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, BPOST-Mantan kepala badan keuangan daerah (BKD) kota Banjarmasin, Noor Ilham dituntut 1,6 tahun penjara dan diharuskan membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Tuntutan tersebut disampaikan langsung Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Irwan dalam sidang lanjutan kasus korupsi APBD kota Banjarmasin yang berkedok dana asuransi hari tua (Siharta) para anggota DPRD kota Banjarmasin periode 1999-2004.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Agung Wibowo, pria berkacamata minus yang akrab disapa Anang Ilham itu didampingi kuasa hukumnya Ali Wardhana.

Selama duduk di kursi pesakitan, mantan kepala BKD di era mantan wali kota almarhum Sofyan Arpan itu terlihat serius mendengarkan pembacaan tuntutan yang disampaikan langsung Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin tersebut.

Begitu juga setelah pelaksanaan sidang. Ketika ketua majelis hakim mengetuk palu sebagai tanda sidang berakhir, dia hanya terlihat bincang-bincang sebentar dengan penasehat hukumnya sebelum pergi meninggalkan ruang sidang.

Tidak banyak kalimat yang keluar dari bibirnya. Dia yang hanya menjalani tahanan kota itu, langsung pergi meninggalkan kantor Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Dalam tuntutannya, jaksa penuntut umum Noor Ilham dianggap mengetahui latar belakang perjanjian kerjasama antara Pemko dengan PT Asuransi Jiwasraya terkait pengasuransian anggota DPRD Kota saat itu serta dua dari eksekutif yakni Almarhum Sofyan Arfan selaku Walikota serta dirinya.

Bahkan dia sempat menarima uang asuransi sebanyak tiga kali dengan jumlah sekitar Rp48 juta. Namun uang tersebut tidak segera dikembalinnya dan baru dikembalikan saat pihak kejaksaan sudah memulai penyidikan.

Sekedar mengingat, dalam dakwaan primernya JPU menjerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18  ayat 1 b UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-Undang nomor 20 tahun 2001  tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 KUHP.

Sementara dalam dakwaan subsider jaksa, Noor Ilham dikenakan pasal 3 jo pasal 18  ayat 1 b UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-Undang nomor 20 tahun 2001  tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 KUHP sebagaimana dakwaan subsidair penuntut umum.

Kemudian sidang bakal dilanjutkan pekan depan agenda pembacaan pembelaan dari terdakwa.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s