Muhidin Ancam Cabut Izin THM

Posted: February 5, 2011 in Berita

BANJARMASIN, BPOST-Longgar dan lemahnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam (THM) yang dilakukan pemko Banjarmasin, membuat pengelola tempat hiburan itu mulai “nakal”. Peraturan mengenai jam tayang, sudah tidak ditaati lagi para pengelola.

Kejadian tersebut membuat Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin geram. Termasuk sejumlah THM yang tetap nekad buka saat malam natal, meskipun bukanya hingga pukul 22.00 Wita.

“Saya tau saja kejadian itu meskipun staf saya bohong. Saat ini sedang kami kumpulkan mana-mana THM nakal dan akan kita cabut izinnya,” katanya saat ditemui usai menghadiri HUT ke-30 Satpam di halaman Mapolresta Banjarmasin.

Sayangnya politisi asal PBR Kalsel itu tidak mau menjelaskan kapan ancaman pencabutan izin itu dilakukan. Dengan diplomatis dia mengatakan, menunggu setelah dirinya melakukan perombakan kabinet.

“Ya tunggu dulu saya reshufle. Pejabat yang bohong itu juga akan saya reshufle,” ancamnya.

Dari pantauan BPost, sejak surutnya kegiatan razia yang dilakukan jajaran Kepolisian dan pengawasan yang dilakukan pemko Banjarmasin, peraturan mengenai jam tayang sudah tidak digubris lagi.

Tempat hiburan khususnya diskotik seperti HBI dan Grand Diskotik saat ini rata-rata tutup sekitar pukul 03.00 dinihari, bahkan hingga pukul 04.00 Wita. Padahal sesuai dengan SK wali kota Banjarmasin, untuk hari Senin hingga Kamis dan Sabtu jam tayang diskotik hingga pukul 01.00 Wita.

Khusus malam Minggu, para dugemania itu dimanjakan hingga pukul 02.00 Wita. Dan malam Jumat semua bentuk tempat hiburan malam harus meliburkan diri.

Kebijakan tersebut hanya libur malam jumat saja yang ditaati para pengelola THM. Apalagi setelah anggota Satpol PP, tidak lagi berjaga-jaga di pintu masuk tempat hiburan tersebut.

Parahnya lagi, saat malam natal yang menjadi bagian hari libur tetap dilanggar. Tempat hiburan dengan sembunyi-sembunyi tetap buka sejak pukul 14.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita.

“Kejadian itu benar-benar melecehkan aturan. Sudah tau kalau malam hari keagamaan, tetap saja buka,” tandasnya.

Emosi Muhidin pun membuncah, ketika mengetahui sejumah tempat hiburan malam memiliki tunggakan hutang yang cukup besar. Padahal, setiap hari tempat tersebut diserbu pengunjung untuk bersenang-senang dengan mengeluarkan uang cukup besar.

Dia tidak ingin tunggakan pajak tersebut berlarut-larut hingga nasibnya tidak jelas. Dia telah minta pejabat terkait, untuk melakukan penagihan tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s