Mukul Pacar, Polisi Dikurung 7 Hari

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Wakasat reskrim jalani sidang disiplin

BANJARMASIN, BPOST-Briptu Mohammad Muchlis harus merasakan hidup di balik jeruji besi, sel khusus tahanan Mapolresta Banjarmasin selama 7 hari. Pasalnya, anggota Polsekta Banjarmasin Utara itu menganiaya kekasihnya Yuyun Naiulfa hingga memar.

Sanksi tersebut dijatuhkan dalam sidang disiplin yang digelar di aula Mapolresta Banjarmasin, Selasa (11/1) siang. Dalam sidang yang dipimpin Wakapolresta, AKBP Yoga Pranata itu selain menjatuhkan sanksi kurungan di sel khusus juga penundaan kenaikan pangkat selama 6 bulan.

“Terbukti secara sah berdasarkan visum yang bersangkutan menganiaya pacarnya hingga memar,” kata Yoga.

Yuyun yang menghadiri sidang ditemani dua kerabatnya, berusaha tegar saat dimintai kesaksian di depan majelis sidang disiplin. Dia yang mengenakan kemeja warna putih dan jilbab itu, menceritakan seluruh perlakuan kekasihnya itu hingga akhirnya dia mengurungkan niat untuk melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan.

Saat itu dirinya dianiaya di rumahnya di Jalan Wildansari kelurahan telaga Biru sekitar pukul 10.00 Wita. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, dia melaporkan kasus itu ke Propam Polresta Banjarmasin.

“Belum jadi istrinya saja sudah main pukul. Mentang-mentang anggota Polisi,” celetuk salah seorang kerabatnya.

Selain masalah penganiayaan, dalam sidang disiplin tersebut juga mengadili Briptu Ari Wahyudi. Anggota Pospol Sudimampir Polsekta Banjarmasin Tengah itu disidangkan lantaran selingkuh dengan seorang ladies HBI bernama Priariri Arianti alias Epel alias Nanda.

Perselingkuhan tersebut diketahui langsung istrinya, Rahmasari dan orangtua Ari Wahyudi bernama Armansyah yang sama-sama menangkap basah yang bersangkutan saat asyik di kost selingkuhannya di Jalan Bali belakang kantor pelayaran Meratus.

Sejak memiliki wanita idaman lain, Ari Wahyudi menelantarkan istri dan anaknya. Tak kuasa menahan siksaan batin tersebut, Rahmasari melaporkan kelakuan suaminya itu kepada Propam Polresta Banjarmasin.

Selama memberikan kesaksian, Rahmasari tak kuasa membendung air matanya. Dengan suara terisak-isak, perempuan yang bertugas di PN Banjarmasin itu mengisahkan seluruh kelakuan mantan suaminya.

“Wanita mana yang tahan melihat suaminya bercinta dengan perempuan lain dengan mata kepala sendiri,” ujarnya.

Dirinya pun berusaha sabar dengan mengajak baik suaminya sebelum dirinya melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Banjarmasin. Sayangnya dalam masa mediasi itu, dirinya kembali memergoki suaminya besama perempuan tersebut berduaan di dalam mobil.

Kemudian, majelis sidang disiplin juga menyidangkan Wakasat reskrim Afner Juwono. Dia dilaporkan warga dengan dugaan memperlambat proses hukum saat dirinya menjabat Kasat Reskrim Polres Kotabaru.

Sayangnya sidang tidak smapai vonis. Karena beberapa saksi yang seharusnya memberikan kesaksian, berhalangan hadir dengan alasan berada di luar kota. Sehingga sidang ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s